Featured

Kopi


Foto Jalan-Jalan

Kopi Indonesia

Semenjak dulu, Indonesia sudah terkenal dengan kekayaan akan komoditas sumber daya alam. Dari mineral tambang sampai rempah bumbu dapur, semuanya berhasil menarik perhatian dan minat negeri-negeri tetangga dengan Ibu Pertiwi.

Salah satu komoditas yang memiliki daya tarik terbesar di Nusantara adalah kopi. Sebagai salah satu negara dengan produsen kopi paling besar dan berkualitas, kopi Indonesia merupakan saingan berat Brazil, Vietnam, dan Kolombia di mata dunia.

Bukan cuma kopi luwak saja loh, yang membuat industri kopi Indonesia dikenal. Banyak yang masih belum tahu beberapa kopi berikut yang eksotis nan harum khas Indonesia. Apa saja? Yuk, simak!

1. Kopi Mandailing khas Sumatera.

Dimasak dari biji kopi Sumatera, kopi Mandailing terkenal akan tekstur halusnya yang nyaman di bibir dan lidah ketika diminum. Kopi ini juga memiliki rasa serupa cokelat.

Tingkat keasaman kopi nya nggak terlalu tinggi, sehingga enak diminum perlahan. Banyak penikmat kopi yang mengatakan kopi Mandheling memiliki cita rasa yang…

Lihat pos aslinya 440 kata lagi

Iklan
Featured

Naik Pesawat


Scrolling blog

Foto Jalan-Jalan

Naik Pesawat

Naik Pesawat, saya sudah mulai sejak kecil. Pernah bercita-cita jadi pilot namun tidak kesampaian. Didasari sering naik pesawat dan melihat profesi beberapa keluarga yang bekerja di penerbangan, saya terobsesi waktu dulu dengan melamar jadi pramugara, mengumpulkan merchandise, foto, majalah (Angkasa), masuk simulator dan sebagainya.

Era ’70-an naik pesawat masih menjadi suatu kebanggaan karena zaman itu gaya hidup, perbandingan nilai uang dengan daya beli berbeda dengan sekarang. Sekarang daya beli meningkat karena kebutuhan bukan sebagai tambahan.

Pesawat zaman dulu digunakan jarak jauh pergi liburan, tugas atau sekolah. Alternatifnya bisa menggunakan kapal laut dan bus tapi naik pesawat tetap jadi nomor satu walaupun saat itu sudah ada bus eksekutif menyerupai interior dengan pesawat bahkan lebih. Nyaman dan aman. Sebut saja bus Lorena di era ’90-an, Safari, Rajawali, NPM, ANS, dan banyak lagi.

Saya bersyukur punya pengalaman dan bisa bercerita tentang naik pesawat. Usia 8 bulan saya sudah naik pesawat…

Lihat pos aslinya 128 kata lagi

Featured

Macet

Dari Karawang ke Cawang 5 jam.


Macet di jalanan saat ini di kota besar bisa disebut sudah hal yang lumrah dan rutin. Pagi, siang, malam, hampir tak ada jeda. Sudah diluar kewajaran.

Suatu waktu, masa’ dari Karawang ke Cawang yang berjarak 40-an km ditempuh 5 jam? Hadeeuhh…Habis bahan bakar banyak. 

Akibat macet, hal-hal seperti di bawah ini pun terjadi:

  1. Absensi dan batal rencana
  2. Masalah kesehatan diantaranya tentang pembuangan (urine), takut keramaian, mag, kelelahan dan emosi.
  3. Polusi udara dan pemborosan bahan bakar
  4. Kerusakan kendaraan karena bersenggolan selain kopling dan rem cepat habis dan sebagainya. 

Bagaimana solusinya?

Saya merasakan tidak ada solusi selain pindah ke daerah baru atau pulang kampung dan membangun negeri sendiri karena populasi dan solusi saling berpacu yang membuat macet 😀

Featured

Jalan Pagi-Pagi

Pintu Rezeki


Manfaat jalan pagi-pagi:

  • Badan segar sehabis mandi dan Shalat Subuh.
  • Udara segar dan bersih masih banyak oksigen untuk tubuh.
  • Suhu rendah mengurangi penguapan bahan bakar kendaraan.
  • Sinar ultra violet matahari pagi mengandung manfaat untuk tubuh.
  • Jalanan belum macet.
  • Leluasa untuk bersiap-siap dan merencanakan apa yang diinginkan atau jadwal kerja.
  • Jaringan komunikasi dan perbankan masih lancar.
  • Yang jelas, menurut keyakinan, “Pintu Rezeki Terbuka Lebar”

Ayo jalan pagi-pagi!

Featured

Persiapan Perjalanan

Perlu diperhatikan agar tidak menanggung akibat yang fatal.


Persiapan Perjalanan sangat perlu diperhatikan agar tidak menanggung akibat yang bisa fatal.

Dalam keseharian kita dalam perjalanan berkendara terutama mobil perlu benar-benar diperhatikan hal berikut:

    • BBM mencukupi. Resikonya bila kurang seperti: Mogok di jalan. Bisa keluar biaya bantuan mendorong mobil, mencari bensin dengan memanfaatkan ojek atau biaya derek yang cukup mahal.
    • E-tol mencukupi. Bila kurang, orang di belakang marah, bila minjam kartu petugas, di charge, minjam dari mobil di belakang pun susah yang kadang tidak mau atau saldonya juga pas-pasan. Karena e-tol juga bisa buat bayar parkir, bila kurang juga merepotkan cari ATM untuk top-up. Bila top-up via internet banking via hp, bila eror atau rekening juga minim, berabe. Akhirnya biaya parkir nambah.
    • Satu akun. Pilihlah akun bank yang tersedia banyak layanan penting untuk kelancaran transportasi. Misalnya bisa isi etol, pulsa dan bayar ini itu satu kartu.
  • Tempat Berhenti. Pilih tempat pemberhentian yang ada fasilitas ATM, isi ulang segala, sarana umum seperti Mushala, toilet dan parkir yang leluasa.
  • Perlengkapan seperti payung, lap kanebo, uang receh buat parkir selain kelengkapan utama kendaraan dan berkendara.

Semoga tips ini berguna.

Featured

Jalan-Jalan Berpahala

Shalat di Masjid saat dalam perjalanan.


Jalan-Jalan Berpahala. Kok begitu? Ya…Jalan-jalan bisa saja menjadi pahala bila yang kita kunjungi bermanfaat buat semua terutama diri sendiri.

Hakekatnya jalan-jalan adalah kesenangan. Dilakukan disaat bosan di rumah, ingin tau tempat lain, mencari sesuatu, bertugas dan kewajiban yaitu melakukan Perjalanan Haji bila mampu. Bila dimaknai dan dicermati, jalan-jalan bisa mendatangkan pahala. 

Diantara kebaikan yang didapat saat Anda jalan-jalan adalah:

  • Terhibur hati sehingga memungkinkan hilangnya emosi dan hati yang resah, cemas dan lainnya.
  • Menunaikan tugas seperti tugas kerja sehingga hutang kewajiban Anda terbayarkan. 
  • Mengetahui suasana sosial dan alam/daerah lain yang memungkinkan Anda punya penilaian perbandingan dengan tempat Anda sendiri.
  • Mendapat pengetahuan yang sangat banyak ditemui di mana saja.
  • Bertemu dengan orang lain yang bila Anda berinteraksi itu adalah Silaturahmi.
  • Mendatangkan rezeki bagi orang lain yang Anda kunjungi dan butuhkan berupa bayaran Anda saat naik kendaraan, tidur di penginapan, makan-minum, ngopi di restoran dan lainnya.
  • Tabungan akhirat saat Anda Shalat, isi kotak amal di Masjid yang ada dimana saja. 
  • Ibadah yang tertunaikan terutama Haji, Umrah.

Bagaimana menurut Anda?

 

Featured

Jalan Etika


Jalan Etika

Jalan Etika disini maksudnya seseorang berperilaku yang “beretika”dalam semua budaya (timur atau barat tak terkecuali) ketika:

  • Berjalan
  • Jalan-jalan
  • Di jalan
  • Berkendara
  • Menjalani hidup

yang menjadi pembahasan menarik masing-masingnya.

Berjalan

Orang yang “beretika” dalam berjalan, dia bersikap santai, mata ke depan dan menggunakan tangan kanan sambil merunduk untuk minta izin bila melewati orang lain. Bila berlari, dia lari-lari kecil agar tidak disangka negatif lalu kabur dan dikejar. Lalu seorang model, pramugari, prajurit dan lainnya, masing-masing juga diatur cara berjalan.

Jalan-Jalan

Jalan-jalan ialah pergi ke suatu tempat mencari kesenangan di tempat yang baru atau lama. Seseorang yang “beretika” akan berlaku sebagai tamu dengan mengikuti norma setempat agar dilayani sepenuhnya dan tercapai kepuasan dari tujuan jalan-jalan atau liburan nyaUjudnya, semua hal yang diharapkan, dilakukan dan didapatkan seperti akomodasi misalnya hotel, pesawat, KA, kapal pesiar, bus dan rental mobil secara maksimal. Berlaku pepatah “Anda Sopan Kami Segan” disini.

Di Jalan

Jalan hakikatnya milik umum, bebas dan ada yang berbayar dilalui. Karena jalan adalah media berpindah dari tempat asal ke tempat lain, seseorang melaluinya sesuai tujuan dan di jalan hendaklah saling toleransi dengan pengguna lain terutama bagi pengemudi dan termasuk menjaganya. Karena bila saling berebut, ngebut dan menggunakan tidak sebagaimana mestinya sesuai rambu-rambu, bisa sangat fatal yaitu kecelakaan.

Berkendara

Berkendara sesuai aturan yaitu izin kelulusan kecakapan mengemudi atau SIM, hendaklah seiring dengan mengerti  rambu-rambu lalu-lintas dan pengoperasian kendaraan sesuai standar. 

Contoh yang membuat masalah seperti membuat orang lain, kesal, marah dan merepotkan yaitu:

  • Membunyikan klakson. Cara berklakson yang tidak sesuai seperti bunyi yang panjang, bisa dianggap marah, mengagetkan atau tidak sabar dalam antrian. Arogan. Seakan punya kuasa, paling hebat dan sebagainya. Bagi pengendara yang “beretika” cara membunyikan klakson cenderung pendek dan tidak membuat telinga sakit atau mengagetkan. Bisa diartikan sebagai sapaan, mohon izin lewat sebagai peringatan yang sopan buat orang atau pengendara lain.
  • Menyalakan sen, lampu jauh tidak semestinya misalnya membuat silau atau menghalangi kendaraan di belakang untuk mendahului gara-gara sen kanan menyala terus.
  • Dan sebagainya.

Pengendara “beretika” senantiasa menerapkan seperti memprioritaskan pengendara yang sudah tua, perempuan, sedang belajar mengemudi, sepeda motor, sepeda, pejalan kaki, mobil berat, ambulan, bus, mobil pejabat/dinas, damkar, mobil proyek, saat memang giliran dan kondisi yang harus/patut untuk mereka, akan selalu dijaga oleh orang yang beretika.

Menjalani Hidup

Sudah barang tentu hidup di dunia harus beretika diatas kepercayaan masing-masing yang semuanya baik dan menjadikan seorang yang beriman dan tercipta keselarasan.

Ayo “beretika.” Acungan jempol untuk Anda yang menerapkannya!

 

Featured

Sedekah Kreatif

Menjalankan ini setiap harinya berapa banyak masalah sosial bisa teratasi …


Sedekah Kreatif

Bingung caranya gimana bersedekah? Ada dikit sebagian tips nih.

🍚🍗🍤🍖 Siapkan nasi bungkus dari rumah. Berikan ke orang yang kira-kira membutuhkan seperti pedagang kecil, pengemis, orang gila, pengamen, anak terlantar dan lainnya. Nggak usah banyak-banyak misal 1 bungkus setiap harinya.

🚿🛁🛀 Laundry/cuci Mukena (secara berkala) Musholla yang ada di sekitar lingkungan kita.

👘👰👘 Berkala beli Mukena baru, misal 3 bulan sekali. Malu dong sama Allah SWT pake itu-itu melulu. Yang lama disedekahkan.

🎁🎁🎁 Bawa Mukena ketika akan berpergian. Tinggalkan di Masjid/ Musholla yang kita singgahi.

👚👕👔 Beli kamper/pengharum baju,  taruh di kumpulan mukena Masjid/Musholla yang kita singgahi.

🎁🎁🎁 Bungkus perlengkapan Shalat (mukena, sarung, sajadah, kopiah, Al Qur’an) dan jadikan parsel ketika Lebaran. Berikan ke Satpam komplek atau tukang kebersihan komplek atau office boy kantor. Insya Allah pahalanya mengalir.

👟👞👡 Beli beberapa pasang sandal capit, taruh di kantor, Musholla atau Masjid untuk digunakan ketika berwudhu.’

🚿🛁🚿 Beli perlengkapan untuk membersihkan toilet, juga pengharum ruangan, dan berikan secara berkala ke Masjid-masjid.

👳👦👳 Bagi yang Shalat Jum’at, datang 15 menit lebih awal. Bantu bersih-bersih dan beres-beres.

🍶🍼🍶 Kumpulkan botol minuman plastik/botol bekas shampoo dan lainnya, setelah banyak berikan ke pemulung.

🍸🍹🍷 Kalau beli minum dalam kemasan, kalau ada sisa bawa pulang. Airnya bisa disedekahkan untuk tanaman (sedekah alam) dan wadahnya dikumpulkan. Kalau sudah banyak dikasihkan ke pemulung.

🐦🐧🐦🐧 Beli beberapa burung yang murah saja, lepaskan ke alam bebas.

🐯🐯🐯 Beli makanan kucing siap saji dalam toples, taruh di tas. Ketika di jalan ketemu kucing liar, berikan.

🍶🍼🍶 Beli barang diskonan di supermarket agak banyak. Misalnya deterjen, minyak goreng, sabun, buku tulis, pulpen kemudian bungkus cantik hadiahkan ke Panti Asuhan atau rumah singgah.

🙅🙅🙅 Jangan nawar ke pedagang kecil, kalo bisa justru kasih lebih.

📎📰🔧Beli tisu atau keperluan yang sederhana di pedagang kecil yang kita jumpai, misal tisu 2000 rupiah, pake ikat rambut atau peniti sudah cukup bikin mereka senang.

🍟🍤🍛🍧 Ketika makan di kaki lima ada pengemis atau anak terlantar, belikan mereka seporsi seperti yang kita makan.

🍰🎂🍫🍞 Siapa yang suka jualan makanan kecil di kantor? Gratiskan buat yang buka puasa. Kebayangkan gorengan 2000 bisa bikin kita masuk Surga. Insya Allah.

🍰🎂🍫🍞 Ada pembangunan Masjid, bisa bikin gorengan? Berikan beberapa ke pekerja.

🙋🙋🙋 Selalu siap jika dimintai tolong tenaga, jika sedekah materi belum bisa kita lakukan.

🚕🚋🚍💴 Bayarlah lebih ketika naik angkot yang supirnya kakek-kakek atau bapak tua.

💴💰💷 Kasih tips lebih buat ibu/abang ojek online kalo kira-kira jaraknya jauh dan juga kondisi mereka yang kira-kira memprihatinkan (tua misalnya)

💴🚍🚖 Ketika di bis/ angkot, bayarin nenek-kakek yang keliatan kurang mampu atau suami istri yang buta.

🍷🍹🍸 Pas bulan Ramadhan, diperkirakan buka puasa di perjalanan, di angkot, bis, kereta, busway dan lainnya, siapkan beberapa air mineral (gelas) dan pas Adzan bagi-bagi.
Kebayang beli 5000 aja kita udah dapat 10 pahala memberi minuman orang berbuka. Insya Allah.

✈🚗🚙🚀 Tawarkan teman kita yang searah jika kita bawa kendaraan.

🏰🏩🏰 Pada saat di perjalanan bersama keluarga mampir di toilet Masjid dan biasakan anak laki-laki diberi tugas bersihin toilet dan tempat wudhu.’

🚲🐥🐸🚀 Rutin mensortir mainan anak-anak kita. Buy 1 give 1. Ketika beli mainan baru harus ada 1 mainan yang disedekahkan ke temannya atau Panti Asuhan.

📝📄📃 Share status ini semoga jadi salah satu timbangan Amal Jariyah kita nanti. Aamiin YRA..

Semoga menginspirasi 💪😉😇

Mulai dari hal yg terlihat sepele, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang.

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah SWT melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah SWT Maha Luas (Karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
[QS. AL BAQARAH 2:261]

Buat yang sudah nge-share saya ucapkan “Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza.”
Kebayang satu orang di antara kita menjalankan ini setiap harinya berapa banyak masalah sosial bisa teratasi … plus pahala yang bisa kita raih .. Aamiin YRA….. 😇

Dari broadcast WA

Featured

Artis Cilik


Artis Cilik

Artis Cilik sering jadi idola karena kelebihannya lebih cepat mahir dalam waktu singkat. Contohnya “Drummer Cilik.” Ada yang berlanjut kiprahnya hingga masa tua dan tidak. Namun mereka biasanya tetap dikenang karena pada zamannya telah menorehkan prestasi yang dibanggakan dalam arti bukan hanya dari keluarga si anu tapi daerah setempat mereka berasal.

Era tahun 2000-an Drummer Cilik Indonesia ada yang berasal dari Bandung namanya Rizky dan Akbar. Mereka kakak adik yang memulai main drum umur 3 tahun.

Ada turunan darah seni sedikit dari orang tuanya. Disamping itu fasilitaspun ada dimana dibuatkan studio Voucher 1 di Riung Bandung dan Voucher 2-3 di Karapitan lengkap.

Voucher Music Studio
Voucher Music Studio 
Voucher Music Studio
Voucher Music Studio 

Berawal studio di rumah, berlanjut ke cabang dengan 2 ruang studio di tengah kota Bandung. Lokasi yang strategis menjadikan studio ini digandrungi pemusik terutama anak remaja di Bandung termasuk artis terkenalnya. Berjalan selama 6 tahun.

Akbar Superkidz
Drummer cilik
Resty, Akbar, Rizky, Joni Delaroza

Masa kecil drummer cilik ini selalu bersama saya bahkan saat masih dalam kandungan ibunya (Akbar) karena satu rumah (ibu mereka adalah kakak saya) Masa yang lucu dan indah.

Rizky pernah sebagai drummer Marryjane, CJR dan Voucher. Sedangkan Akbar di Superkidz dan Indra Bekti  dan Dewiq (eh…eh…kok gitu sih…?)

Drummer cilik
Drummer Cilik 

FB_IMG_1511341411969

FB_IMG_1511341546261
Iki Maryjane

 

 

 

 

Featured

Jalan Hidup

HS Jackcleo wear


Jalan Hidup

Jalan hidup seseorang tak bisa ditebak. Ada yang berhasil dan tidak. Keberhasilan itu tidak bisa pula ditebak arti yang sebenarnya. Hematnya, keberhasilan adalah telah melewati apa yang diinginkan dan dalam masa melewati penuh ketidakpuasan, ketidaknyamanan dan ketidakpercayaan diri.

Banyak figur keberhasilan seseorang yang dibahas. Dari yang biasa sampai yang luar biasa.

Yang namanya “blog” ada saja subjek untuk ditulis. Namun sangatlah bagus yang memang dialami langsung atau nyata. Gunanya? Untuk dibaca dan diambil manfaatnya. Dalam maknanya, penulis mengekspos dirinya yang ditanggapi pembaca dengan penilaian berbeda-beda.

Saya menuliskan itu sesuai yang saya tau, alami dan bukan rekayasa. Silahkan dinilai dan diambil manfaatnya.

(Hik…hik…hik…tetap aja pamer :D. Biarlah, kan ngeblog)

HS Jackcleo Wear

Jackcleowear baru eksis tahun 2017 ini. Arti Jackcleo adalah gabungan dari nama dua orang anak laki-laki.

Awal dari pendiri Jackcleo (HS) ini saya tau persis perjalanan hidupnya. Tahun ’94 lalu, dalam rangka kerja, saya tinggal di Solo. HS ingin menyusul saya untuk masuk Sekolah Kejuruan Penerbang. Namun karena sesuatu hal, diurungkan.

Karena kemauan yang keras, HS ke Bandung dan sekolah di STM Penerbangan. Setelah tamat, ternyata cita-cita HS untuk melanjutkan ke akademi penerbangan pupus di tengah jalan.

HS mencoba mengadu nasib di kota Bandung. Berbagai jenis pekerjaan dicoba. Akhirnya, peruntungannya ada di daerah Sumut dan Riau. HS yang berperawakan sedang, berambisi dan cekatan sempat bekerja di 2 perusahaan distributor besar di Indonesia.

Akhirnya HS goyah juga/berobah pikiran dan kembali mengadu untung di Bandung. Atas dasar tekad “mencari uang dengan usaha sendiri” HS bekerja sambil belajar di perusahaan konfeksi. HS malah termasuk pendirinya. Aktifitasnya, melayani kastemer dengan wilayah kerja yang luas. Tak jarang HS pergi ke kota-kota di Indonesia.

Setelah dua tahun, ilmu yang jauh dari cita-cita ternyata dia terima dan tekuni. Akhirnya dengan modal keberanian, kepercayaan dan motivasi yang kuat, HS sudah menorehkan hasil yang pantas disebut “keberhasilan” yang terus berproses menuju puncak. 

Banyak relasi dan wawasan diantaranya dengan bertemu banyak orang. Semoga tetap semangat HS Jackcleo Wear!

Featured

1 November

Inovasi tiada henti.


1 November Hari Inovasi Indonesia

Pada tanggal 1 November merupakan hari inovasi bagi Indonesia. Hari inovasi merupakan suatau hari yang mengingatkan individu. Tentang pelaku bisnis dan perusahaan di Indonesia untuk menciptakan budaya inovatif. Untuk terciptanya produk dan layanan inovatif bagi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia. Handi Irawan D, adalah seorang chairmen dari Tera Foundation yang melahirkan Penghargaan Rekor Bisnis (ReBi) dan juga sebagai seseorang yang meresmikan Hari Inovasi Indonesia.

Ayo terus berinovasi!

Sumber: http://www.pikiranrakyat.com

Featured

Kanak-Kanak

Masa Kanak-Kanak adalah masa yang indah.


Kanak-Kanak

Masa Kanak-Kanak adalah masa yang indah. Disayang dan dimanja. Kita dimanja saat itu dengan mainan, jalan-jalan, beli baju baru, digendong atau bermain bersama. Ternyata sudah dewasa kita yang memanja.

Pernah beberapa kanak-kanak diantaranya keponakan dan cucu yang saya asuh. Dasarnya sama, dimanja. 

IMG_20171101_184605_965
Ponakan tahun 1996

 

Featured

Foto Bermula

Jasa Joseph Nicephore Niepce


Foto Bermula

Foto bermula dari penemunya hingga zaman setelahnya dengan perkembangan yang besar.

Generasi kita pun menikmati dengan hasil pemotretan yang beragam. Setelah 900 tahun dari penemuan al-Haitham pelat-pelat foto pertama kali digunakan secara permanen untuk menangkap gambar yang dihasilkan oleh kamera obscura. Foto permanen pertama diambil oleh Joseph Nicephore Niepce di Prancis pada 1827 (Google)

Di generasi kita (saya) foto yang pernah dihasilkan dan ada di blog saya menggunakan:

  • Kamera analog Fuji (DL, MDL)
  • Hp Nokia Lumia 5100
  • Hp Sony W595
  • Hp. BB Curve 9360
  • Hp. Acer Z160
  • Hp. Lenovo A6000S
  • Hp. Lenovo A7700
  • Hp. Samsung Duos SGH1360
  • Hp. Polytron 4G551
  • Dan Hp. Nokia Microsoft Lumia Windows Phone

 

Featured

Selamat Pagi

Ucapan ketulusan kepada siapa dan apa saja.


Selamat Pagi

Selamat Pagi adalah sebuah ucapan yang ada di seluruh dunia. Diucapkan sebagai rasa ketulusan hati bertemu atau terhubung dengan seseorang. Kadangkala juga diucapkan terhadap suatu wilayah misalnya Selamat Pagi Indonesia dan lainnya.

Selamat Pagi Indonesia-Rakyat Indonesia, Selamat Pagi Dunia-Semua Bangsa yang dekat, jauh, kenal ataupun tidak. Ucapan Selamat Pagi ini adalah wujud dari rasa tulus mengharap memulai kehidupan dengan selamat, lancar, senang dan penuh keberhasilan.

Selamat Pagi

 

Featured

Kopi


Kopi Indonesia

Semenjak dulu, Indonesia sudah terkenal dengan kekayaan akan komoditas sumber daya alam. Dari mineral tambang sampai rempah bumbu dapur, semuanya berhasil menarik perhatian dan minat negeri-negeri tetangga dengan Ibu Pertiwi.

Salah satu komoditas yang memiliki daya tarik terbesar di Nusantara adalah kopi. Sebagai salah satu negara dengan produsen kopi paling besar dan berkualitas, kopi Indonesia merupakan saingan berat Brazil, Vietnam, dan Kolombia di mata dunia.

Bukan cuma kopi luwak saja loh, yang membuat industri kopi Indonesia dikenal. Banyak yang masih belum tahu beberapa kopi berikut yang eksotis nan harum khas Indonesia. Apa saja? Yuk, simak!

1. Kopi Mandailing khas Sumatera.

Dimasak dari biji kopi Sumatera, kopi Mandailing terkenal akan tekstur halusnya yang nyaman di bibir dan lidah ketika diminum. Kopi ini juga memiliki rasa serupa cokelat.

Tingkat keasaman kopi nya nggak terlalu tinggi, sehingga enak diminum perlahan. Banyak penikmat kopi yang mengatakan kopi Mandheling memiliki cita rasa yang “membumi” dengan aroma herbalnya yang cukup intens.

Konon cita rasa unik dari kopi Mandheling dikarenakan tanah Sumatera yang kaya dengan mineral vulkanik dan iklim tropis.

Untuk menikmati rasa kopi Mandheling ini kamu nggak perlu jauh-jauh pergi ke Sumatera loh. Bubuk dan bijinya sudah tersedia secara online di Blibli.com!

2. Mocha Java

Mocha Java memang tidak 100% Indonesia, tetapi tetap jadi salah satu kopi Indonesia yang paling populer.

Campuran dari kopi Arabika Jawa dan Moka Yemen, kopi satu ini memiliki rasa yang mewah. Dalam Mocha Java, rasa yang kental dan lembut dari Arabika Jawa mendapat warna dari rasa liar Moka Yemen.

Kalau kamu mau membuat kopi ini, secara tradisional rasio Arabika Jawa dan Moka Yemen adalah 2 banding 1. Tentu saja, kamu bisa berkreasi dan menentukan takaranmu sendiri.

3. Kopi Toraja

Biji kopi Toraja (khususnya biji panggang) memiliki ukaran relatif kecil dan kulit mengkilap yang licin. Bila dimasak menjadi kopi, rasanya akan kuat dan memiliki kadar asam tinggi.

Kopi Toraja memiliki cita rasa kacang-kacangan yang tersembunyi dan aroma serupa kayu manis.

Banyak sekali cara menikmati kopi Toraja. Walaupun sudah nikmat tanpa campuran apapun, jika diberi gula, rasa kecutnya makin terasa. Krim juga merupakan sahabat kopi ini.

BACA JUGA Paling Asyik Nih, Kalau Ngopi di Delapan Tempat Ini

4. Kopi Gayo

Kopi yang satu ini menjadi unik karena cita rasanya tidak bisa ditiru di tempat lain. Berasal dari dataran tinggi Gayo di Aceh, kopi ini tumbuh secara alami di hutan liar.

Berbeda dari kopi yang langsung dikeringkan begitu saja, biji kopi di Gayo ini biasanya dikupas dulu kulitnya baru dikeringkan.

Kopi Gayo sangat terkenal akan rasanya yang nggak begitu pahit bila dibandingkan dengan kopi lain, namun memiliki aroma yang relatif lebih kuat.

Cita rasa kopi yang rumit dengan sedikit sensasi vanila menjadi sempurna dengan tingkat keasamannya yang pas-pasan.

5. Kopi Lintongnihuta

Lintongnihuta merupakan sebuah daerah di Tapanuli, barat daya danau Toba. Tumbuh di dataran tinggi yang kaya dengan kandungan besi, tanaman kopi di Lintongnihuta menghasilkan cita rasa yang eksotis.

Rasa manis dari kopi Lintong akan terasa seperti ‘meleleh’ di mulut dalam beberapa tegukan pertama. Aspek lain yang membuatnya leih nikmat adalah tingkat keasaman yang rendah dan nyaman di mulut.

Cita rasanya yang membumi juga langsung memberi tahu bahwa ini adalah salah satu kopi khas Sumatera. Kamu bisa mencoba menikmati kopi ini bersama krim dengan rasio 3:1.

Untuk merasakan kenikmatan kopi-kopi khas Indonesia kamu nggak perlu melakukan petualangan Nusantara. Dengan perlengkapan mengolah kopi yang lengkap, kamu juga bisa membuat kopi khas Nusantara di rumahmu sendiri.

Bingung cari tempat yang jual perlengkapan memasak kopi? Nggak usah repot! Tinggal cari di Blibli.com saja. Semua perlengkapan, bahan, dan pelengkap yang kamu butuhkan sudah tersedia di sana

Featured

Kelok 9 dan Pangkalan


Kelok 9 dan Pangkalan 

Kelok 9 dan Pangkalan sering saya lalui. Tiap minggu bolak-balik ke Pasar Pangkalan waktu kerja di Tanjungpati-Payakumbuh tahun 2009 lalu.

Sebelum Kelok 9 ada daerah Lubuak Bangku, tempat persiapan para orang berkendara. Sebelah atasnya Kelok 9 ada Patung Kuda yang disebut “Panorama Selat Malaka.” Ada juga “Restoran Natrabu” tapi sudah tutup dan “Warung Bandreks” yang masih buka serasa di Puncak-Cipanas.

Kalau siang, banyak monyet liar minta makan di tebing desa Ulu Aia. Daerah yang mirip Sangeh-Bali atau Kelok 44-Maninjau yang dekat dari Tugu Globe di Kotoalam. Tapi kalau malam, jaman dulu sering lewat Harimau.

Di Tugu Globe, desa Koto Alam ini masih jadi tempat beristirahat dan Shalat orang yang lewat. Air dari pancuran dipinggir Mushalla disini jernih dan bersih.  

Selain itu, Pangkalan daerahnya banyak tebing dan sungai. Bila hujan besar dan lama, sering longsor dan sungainya sering meluap sampai menggenangi perkampungan. Termasuk Masjid Raya Pangkalan ini.

Masjid Raya Pangkalan
Masjid Raya Pangkalan

Jaman dulu banyak rumah makan yang lengkap dengan tempat mandi, Shalat, cuci mobil bahkan tempat nginap. Contohnya RM. Rangkiang. Tidak jauh dari Masjid di gambar, terdapat SPBU kuno yang memompa bensinnya dikayuh oleh petugas memakai sepeda ontel. Persiapan dan pemeliharaan bahan bakar di jalur ini sampai saat ini bagus, jarang terputus karena merupakan jalan lintas. SPBU disini bagus-bagus.

SPBU di Pangkalan
SPBU di Pangkalan

Dekat ini pula ada jalan menuju Candi Muara Takus, sebuah situs candi Buddha yang terletak di desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Riau.

Ini adalah salah satu rumah makan dengan cara dan tempat memasak yang masih tradisional membuat selera makan serasa di kampung sendiri, nikmat dan gurih. Bau asap kayu di tungkunya terkenang rumah nenek di Kampung. Terletak di desa Lubuak Jantan, daerah tepi sungai, tebing dan hutan belantara.

Ada lagi yang menarik. Dekat dari Pangkalan. Yaitu “Lubang Kolom.” Sejak danau PLTA Koto Panjang dibuat, terowongan atau “Lubang Kolom” yang dulu tempat lewat kendaraan kini telah tidak berfungsi lagi. Daerah ini di perbatasan Pangkalan dengan Rantau Berangin.

Itulah ceritanya kawasan ini yang saat ini masyarakatnya membutuhkan uluran tangan kita akibat bencana Longsor Kelok 9 atau Longsor Pangkalan awal tahun 2017 lalu.

Featured

Mobilitas Online

Aktifitas yang dominan kita lihat dimana dan kapan saja.


Mobilitas Online

Sejak boomingnya aplikasi gadget yaitu di android, windows dan Ios, sekian banyak mobilitas manusia dipermudah dengan modal data internet mulai dari harga ribuan hingga jutaan pra dan paska bayar serta paket.

Perilaku dari aktifitas yang dominan kita lihat dimana dan kapan saja, orang-orang memerankan “jari” terutama telunjuk mereka dengan gadget mengolah suatu keperluan. Ada yang menulis SMS, email, catatan atau browsing.

Terkait mobilitas dari segi transportasi saat ini terutama di kota-kota besar yang sudah sangat tinggi kondisi populasi, pergerakan dan pelakunya, ditambah lagi bahkan semakin tinggi mobilitasnya di masyarakat, menjadi pembahasan saya di blog ini.

Bayangkan, yang tidak punya kendaraan berusaha punya agar bisa mencapai maksud yakni lebih cepat kemana-mana, murah dan leluasa disamping gaya hidup. Tapi ada suatu hal pokok yaitu menambah pemasukan dengan ikut taksi/ojek online.

Bagi sebagian orang maunya simpel, hanya membutuhkan tumpangan yang nyaman, murah dan aman. Padahal di rumahnya ada beberapa mobil mewah. Disinilah operator mobilitas online bukan hanya kendaraan, termasuk semua kebutuhan sehari-hari tinggal klik di pc, hp bisa diterima di tempat yang merupakan fenomena saat ini. Suatu perubahan dahsyat telah terjadi. Mulai tak tampak si Mbok beli sayur, sabun ke pasar, tak ada lagi lambaian tangan penumpang taksi. Semua sibuk dengan jari mereka pesan ini itu dan bahkan mau pijit pun tinggal klik.

Mobilitas online yang sangat tinggi. Setiap orang hampir punya kendaraan terbaru, akun aplikasi online tak terklarifikasi lagi. Anak-anak sampai manula punya guna memudahkan urusan kehidupan sehari-hari. Jadi mobilitas online telah memonopoli manusia di atas sosialisasinya yang pelan-pelan hilangnya kebersamaan dan hubungan jabat tangan. Berobah jadi emotikon tangan.

Beberapa taksi argo juga sudah bergabung dengan penyedia online mengimbangi pesanan cara biasa dengan menelpon ke kantor taksi atau melambai di pinggir jalan oleh penumpang. Contohnya taksi Bluebird. Dari hotel pun walau ada FO nya, kebanyakan tamu pesan sendiri. 

Tak bisa dipungkiri. Zaman semakin maju dan mengalahkan martabat penciptanya sendiri dalam catatan yang tidak bijak teknologi, manajemen fungsional terhadap diri sendiri. Apa pendapat Anda tentang ini?

Featured

Tips Komputer


Tips komputer

Ini versi umum yang selalu saya terapkan. Efektif atau tidaknya serta manfaat yang didapat saya sendiri juga tidak tau. Barangkali ada yang lebih tau. Namun sekadar prosedur standar, tips komputer ini saya rasa bagus juga.

Tips Komputer

  1. Sebelum menyalakan periksa dulu sambungan kabelnya, alat lain yang tersambung selain CPU, monitor dan printer agar tidak merusak. Mungkin saja dengan star pc, berpengaruh.
  2. Tunggu loading sampai selesai dan muncul window.
  3. Lihat dulu sebelum di cancel peringatan apa yang muncul. Pelajari dan bila tidak paham, minimize saja. Cari bantuan.
  4. Selalu bersihkan dulu history bila ada setelah penggunaan. Jangan lupa di bookmart untuk masuk selanjutnya.
  5. Sesekali clean disk, fragment dan flushdns dan antivirus selalu menyala.
  6. Awasi anak-anak bila menggunakan dan kunci dokumen privat Anda.
  7. Selalu log out dari program apa pun
  8. Ketikkan “ipconfig/flushdns” di CMD
  9. Shutdown selalu
  10. Cabut kelistrikan. 

Semoga bermanfaat.

Featured

Mainanku Waktu Kecil

Di pasar yang meriah di kampungku bersama ibu membeli Akordion ini bertulisan Cina.


Mainanku Waktu Kecil

Saat ke Supermarket Tip Top saya senang bercampur sedih ketemu sesuatu yang membawaku ke suasana waktu kecil. Ketika mengitari lantai 2 di pojok toko saya menemukan Akordion. Akordion salah satu mainanku waktu kecil.

Akordion
Mainanku Waktu Kecil

Di pasar yang meriah di kampungku bersama ibu membeli Akordion ini bertulisan Cina. Warna merah lagi. Saya tiup sambil bermain dan dibawa tidur. Besok pagi diambil lagi dari bawah bantal. 

Lagunya gak tentu. Keseringan lagu-lagu anak yang saya dapat di sekolah TK. Paling “Lihat Kebunku.”

Terngiang lantunan Akordion tersoak-soak karna nafas yang tidak seperti pemainnya. Bercampur suara mainan teman yaitu balon oek-oek atau priwit berbentuk burung.

Hmmm…masa kecil yang lucu dan bahagia…

Featured

Travel Bag

Travel Bag atau koper tempat segala barang keperluan bepergian.


Travel Bag

Anda pasti pernah tau merek-merek travel bag atau tas dan koper (Bit bahasa saya) Tempat segala barang keperluan bepergian.

Identik saat bepergian, di ruang tunggu dan di kantor, travel bag atau tas kantor selalu ada pada pekerja misalnya pekerja penerbangan atau Air Crew.

Isilah travel bag bila bepergian seminim mungkin menghindari kelebihan timbangan bagasi di bandara contohnya. Juga agar tidak repot di jalan. Yang wajib ada sesuai keperluan terutama pria adalah:

  • Beberapa pasang pakaian termasuk pakaian dalam.
  • Sapu tangan.
  • Obat dan vitamin.
  • Perlengkapan mandi termasuk sandal kecuali menginap di hotel yang menyediakan. Biasanya tetap bawa untuk yang backpacker.
  • Potong kuku, cukuran dan foam, sisir, parfum dan minyak rambut.
  • Pulpen dan memo.
  • Senter kecil.
  • Korek api dan rokok (tidak disarankan)
  • Kamera atau saat ini ada di hp.
  • Bacaan atau bisa di hp.

Biasanya beberapa barang dianggap berbahaya dan kena scan. Tapi tak selalu. Tas selalu dikunci pakai nomor atau gembok mini.

Tren zaman dulu, tahun ’70-an, orang-orang pada pakai koper kotak-kotak. Tahun ’90-an pake tas pinggang, ransel backpacker dan tas kantor ukuran sedang serta tempat jas yang bisa diisi barang-barang kecil seperti majalah, memo, alat tulis dan makanan kecil.

Papa saya paling suka dan punya beberapa koper atau Travel Bag yang masih tersimpan saat ini. Diantaranya:

  • Samsonite
  • Echolac
  • President
  • Bonanza
  • Elizabeth
  • Executive
  • Lacoste

dan lainnya….

Toko tas Laba-Laba
Toko Tas Laba-Laba di Tomang

Bila rusak atau lupa kode kuncinya diservis di Toko Laba-Laba dekat Sawah Besar, Jakarta. Dan juga di beberapa tempat di kota lain.

Saya pernah punya merek:

  • Traveltime
  • Export
  • Polo
  • Executive

dan…sudah lupa, barangkali ada yang tau merek lain boleh share di travel bag.

 

 

Featured

Foto Bus

Bus bagus-bagus dan patut dibanggakan.


Foto Bus

Foto bus ini diambil saat saya jalan-jalan di mana saja ketemu dan naik bus. Tulisan ini saya tulis saat naik bus PO. Primajasa dari Bandung ke Cililitan yang terjebak macet di tol.

Ini yang pernah jadi sedikit pembicaraan tentang maksud dan profesional memotret. Bagi fotografer khususnya pecinta bus atau “busmania” mesti membidik objek bus sedemikian rupa dengan kamera canggih. Saya juga ingin seperti itu agar dapat hasil maksimal untuk bahan tulisan dan kontes (mungkin) dalam komunitasnya. Tapi saya amatir, cukup begini saja foto-foto bus yang saya dapat.

 

Adapun ulasan bus ini adalah, di negeri kita sangat banyak bus. Bagus-bagus dan patut dibanggakan

Featured

Masjid

Masjid ada di mana-mana


Masjid

Masjid dimana saja ada. Bagus, mewah dan bersih. Boleh dikata di Jakarta saja dan beberapa tempat yang sempat saya temukan Masjid, rata-rata bagus.

Bedug alias Tabuah
Bedug di sebuah masjid di Jakarta Pusat

Dug dug dug…Shalat dulu dan habis itu jeprat-jepret. Ini foto-fotonya:

 

Featured

Traveling on Duty

Traveling on Duty atau bepergian bertugas


Traveling on Duty  

Traveling on Duty atau “bepergian bertugas” merupakan suatu yang asyik. Gimana tidak, sambil mengerjakan sesuatu sempat jalan-jalan. Sesuatu itu bisa saja dalam acara khusus dari kantor, sekolah dan lain-lain yang intinya sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui 😀

Selama 10 tahun saya kebagian gratis terus jalan-jalan dalam bertugas walau tidak selalu. Terutama waktu bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta dulu, dengan tugas mengadakan presentasi di berbagai tempat. Saya naik pesawat, kereta api, bus kapal laut dan Taksi.

Hotel Ibis
Taksi di hotel

Kadang saya menggunakan mobil dan nyetir sendiri atau gantian dengan teman. Tak kenal siang dan malam, hujan dan banjir seperti di Perdagangan, Limapuluh, Sumatera Utara tahun 2001 lalu. 

foto jalan-jalan (2)
Sempati Air
Lorena
PO. Lorena

Kegiatan rutin saya presentasi di meeting room/ballroom hoteldimana acara selalu malam, beres-beres sampai pukul 23:00 dan siap ke acara selanjutnya di kota yang beda besok atau lusanya. Bila itu kota kunjungan pertama, pantang dilewatkan ngelayaf ke objek terkenalnya dan berfoto ria. Kalaulah jaman itu sudah ada hp kamera mungkin apa aja saya foto. Kala itu pujipilem lumayan mahal. Belum nyuci dan nyetak. Sampai sekarang masih banyak klise belum tercetak. Udah gak ada tukang cetaknya. 

Kesempatan jalan-jalan sambil kerja ada kebanggaan tersendiri. Berkenalan dengan orang selalu ditanya dari mana dan tidur di hotel apa. Syukur dan bangga juga bilang nginap di hotel bintang. Padahal komplimen 😀

Hotel Zodiak

Joni Delaroza
Hotel Dynasty Purwokerto

Lalu traveling on duty membuat kita sedikit disanjung. Bukan ingin disanjung. Terlihat di layanan hotel atau lainnya seperti pesawat, kereta api dan kapal laut yang kadang diistimewakan karena sering dan kelas eksekutif dijatahkan oleh kantor. Kecuali pesawat. Tapi bila acara dimenej sendiri diluar kantor, tidur di losmen, naik bus dan nyetir sendiri juga mau dan tak soal. 

Hal lain, bila pergi ke kota lain untuk mengikuti pameran, kita berkenalan dengan banyak orang. 

Sulit dan jarang lho bekerja sering ke luar kota itu. Namun bila Anda mengalami tentu harus bijak mengelola budgetnya. Mudah-mudahan tidak sekali-kali ridem bill bodong. Tujuan lkantor kan untuk kenyamanan staf. Bila diperlukan bintang 5, silahkan tapi selagi bisa irit dan tidak menyiksa diri sendiri misal tidur di mobil di SPBU, yaa ulah atuh!

Pertama kali ke luar kota, sendiri yaitu dari Bandung ke Cilacap dan terakhir 2001 ke Medan. Daari tahun 2011 mulai lagi tapi sudah risih kalau foto-foto. Soalnya udah pernah dan lagian udah tua. 46 lho.

10 tahun lebih saya traveling on duty. Banyak kisah suka dan duka saya. Seorang yang merantau datang ke negeri orang walaupun di Indonesia saja tapi cukup bangga.

Tinggal kenangan…Banyak teman di berbagai kota. Sudah lama tak jumpa ada rasa rindu bertemu mereka. Malah ada di Jl. Teluk Air No. 1, Tanjungbalai Karimun, sepasang keluarga Bapak (“E”) sangat rindu pada saya dan ingin mengangkat saya sebagai anak karena anak laki-laki semata wayangnya sudah almarhum dan sangat mirip dengan saya.  Tahun 1999 lalu, ceritanya…saat saya presentasi di hotel Dynasti kalau tak salah, di pinggir pelabuhan, beliau menatap saya terus dan lama. Lalu setelah acara, beliau nelpon saya juga lama sampai saya kesal dan tanya maksudnya apa. Waktu saya ngirim barang ke rumahnya, mereka menyodorkan foto anaknya bersama uang. Saya kaget. Saya paham maksudnya apalagi mereka cerita. Miris juga. Tapi bagaimanalah, saya saat itu harus kembali ke Jakarta dan sampai kini kehilangan kontak. Apalagi saya sekarang sudah punya istri dan anak. Tak mungkin rasanya. Kasian bapak sama ibu itu… 😦

Batam
Bukit Nagoya Hotel-Batam

Bila kepikir, kenapa ya masa-masa saya wara-wiri gak ke luar negeri? Singapur aja baru lewat doang di depan kapal pesiar Star Queen yang parkir di laut Batam bila ke Tanjungbalai Karimun. Tar saya mau ke Singapur ah 😀

Featured

Naik Pesawat

Saya suka yang namanya “pesawat”


Naik Pesawat

Sejak kecil saya sudah mulai naik pesawat bahkan sejak bayi. Pernah bercita-cita jadi pilot namun tidak kesampaian. Didasari sering naik pesawat dan melihat profesi beberapa keluarga yang bekerja di penerbangan, saya terobsesi waktu dulu dengan melamar jadi pramugara, mengumpulkan merchandise, foto, majalah (Angkasa), masuk simulator dan sebagainya.

Era ’70-an naik pesawat masih menjadi suatu kebanggaan karena zaman itu gaya hidup, perbandingan nilai uang dengan daya beli berbeda dengan sekarang. Sekarang daya beli meningkat karena kebutuhan bukan sebagai tambahan.

Pesawat zaman dulu digunakan jarak jauh pergi liburan, tugas atau sekolah. Alternatifnya bisa menggunakan kapal laut dan bus tapi naik pesawat tetap jadi nomor satu walaupun saat itu sudah ada bus eksekutif menyerupai interior dengan pesawat bahkan lebih. Nyaman dan aman. Sebut saja bus Lorena di era ’90-an, Safari, Rajawali, NPM, ANS, dan banyak lagi.

Saya bersyukur punya pengalaman dan bisa bercerita tentang naik pesawat. Usia 8 bulan saya sudah naik pesawat Seulawah Air dari bandara Simpangtiga-Pekanbaru ke Bandara Tabing-Padang. Lalu usia 2 tahun sebaliknya, masih dengan Seulawah dengan jenis pesawat Elektra. Seterusnya waktu pekansi tahun ’76 dan ’82 ke Bandung. Di kampung ada tersimpan foto-fotonya.

Ada hal-hal lucu saya alami dan suka dukanya seperti “Mengejar Merpati di Halim” karena ketiduran pada tahun ’96 lalu.

Awal tahun 2015 lalu putri saya pingin naik pesawat. Memang belum pernah. Saya bawa ke Pekanbaru naik Batik Air dan pulangnya Citilink. Dia sangat senang, apalagi ada arena bermain di bandara.

Kembali masa itu, Saya mulai malu-malu kalau berfoto. Tapi sesekali saya nekat juga karena belum begitu dibilang norak saat itu, tidak seperti sekarang. Hanya di dalam negeri. Belum seperti traveler lain yang sering ke luar negeri.

Itulah foto-foto norak dan malu-maluin saya naik pesawat 😀

 

Featured

Delay

Lebih cepat untuk take-off dari waktu yang tertulis di tiket penerbangan.


Delay

Delay jadi dilema angkutan umum terutama penerbangan di bandara seluruh dunia. Saya sering juga mengalami.

Bandara Simpang Tiga
Bandara Simpang Tiga atau SSK

Dari beberapa maskapai yang dianggap buruk, ada sisi positifnya yang banyak orang tidak tau. Ada maskapai yang siap 25 menit lebih awal untuk take-off dari waktu yang dijadwalkan. Waktu itu saya dari Pekanbaru ke Jakarta.

Dengan adanya kejadian delay ini mencuatlah berita yang cenderung memojokkan sebelah pihak.  

Setelah sering dan lama diperhatikan, ternyata banyak penyebab dari delay itu.

  • Cuaca buruk di bandara tujuan
  • Kru terlambat datang karena macet menuju bandara
  • Pesawat mengalami gangguan
  • Situasi politik
  • Perobahan manajemen penerbangan

Itu yang saya tau dari beberapa orang/keluarga yang bertugas di penerbangan/aircrew sensation.

 

Featured

Foto Amatir

Hanya pakai hp Lenovo A6000 Series


Foto Amatir

Foto Amatir tapi bagus. Banyak orang bilang saya pakai efek ini itu untuk foto keponakan saya ini. Padahal tidak sengaja dan sayapun mengetahui setelah beberapa lama setelah memotret. Saya juga kaget kok begini? Hanya pakai hp Lenovo A6000 Series saat saya bersama keluarga jalan-jalan ke Lapangan Gasibu-Bandung sambil menunggu anak-anak main, iseng saya foto.

15723309_1508454062516466_6765786289328998260_o

Namanya juga amatir. Tidak tau trik yang sebenarnya. Asal keliatan bagus, udah. Dijepret sana sini seperti saya. 

 

 

Featured

Wego

Jalan-Jalan ke Hongkong? Tipsnya dijawab lengkap oleh Teteh Gladies Bandung dengan Kang Awan.


Wego

Wego Tempatnya Cari tiket pesawat dan hotel di seluruh dunia

Wego adalah salah satu mesin pencarian wisata paling lengkap di dunia. Wego memuat perbandingan data real-time dari jasa penerbangan, tarif hotel, serta ketersediaan tempat milik ratusan situs perjalanan wisata terkemuka yang dikemas dalam satu tampilan layar yang simpel.

Acara Wego
Joni Delaroza di Wego workshop

Planning ke Hong Kong atau nyari info liburan di Hong Kong sangatlah tepat di acara Wego Hangout @wegoindonesia & Hong Kong Tourism Board dengan narsum @dapurgladies dan @travelawan tanggal 9 Juni 2017 lalu di Cafe D.LAB By SMDV-@dlabbysmdv Jl. Riau No. 1, Menteng-Jakarta 10350.

Tiket Wego
Tiket Wego Workshop Joni Delaroza

Acara ini seru. Bagi-bagi hadiah, tanya jawab dan perkenalan. Tanya jawab tentu seputar bagaimana jika berjalan-jalan ke Hongkong beserta tipnya yang dijawab lengkap oleh Teteh Gladies Bandung dengan Kang Awan.

Acara Wego
Wego Workshop bersama @travelawan dan @gladiesbandung

Ada juga promosi paket wisata yang tidak ditemui di tempat lain diantaranya promo Hongkong yang spesial yaitu pilihan akomodasi bintang 5 harga murah bila mendaftar di acara tersebut.

Dalam acara seru ini ada makan malam dan coffee break ala Hongkong dan Halal.

 

Featured

Jalan-Jalan

Jalan-jalan (kami sebut “pekansi”)


Jalan-Jalan

Jalan-Jalan sangat berkesan saat kecil dulu dan sampai kini masih teringat suasana dan kronologinya. Kai ini jalan-jalan ke Bandung.

Betapa senangnya hati saya dan adik-adik. Saat itu pertengahan tahun atau liburan sekolah…

Hari ini punya baju baru, sepatu baru, besok pagi naik pesawat jalan-jalan (kami sebut “pekansi”) ke Jawa (istilah ke Jakarta atau Bandung)

Subuh, habis sahur tahun ’76 di rumah saya Jl. Utama-Meranti Pandak-Rumbai “tempat kelahiran Sandiaga Uno,” uni (kakak perempuan) dan amak atau ibu (saya panggil Amak dan Papa) sibuk mengurus koper besar kotak-kotak. Papa sibuk pula mengurus mobilnya bersama tetangga kami “Pak Jangguk” yang akan mengantar kami ke pelabuhan (bandara). Tak lama kami berangkat dan dalam suasana masih gelap, beberapa tetangga melepas kepergian kami.

Dengan lagu “Dancing Queen” dari tape mobil saya terhibur sekali dan tak terasa kami sampai di bandara, hari sudah mulai terang. Kami langsung check-in, ditimbang di timbangan barang. Selesai itu Pak Jangguk pulang dengan mobil kami dan kami masuk ruang tunggu.

Saat boarding kami berjalan kaki menuju pesawat. Masih di tangga pesawat sudah terasa AC pesawat Mandala Airlines dengan aroma parfumnya yang khas.

Sebelum take off, Pelayan (Pramugari) membagikan permen “Trebors” kepada penumpang untuk obat agar telinga tidak bengung. Setelah di udara dan posisi pesawat rata, pelayan membagikan nasi kotak, kue dan minuman. Masakannya jaman dulu, penerbangan sangat peduli dengan daerah dimana bila naik dari Padang misalnya, masakannya Rendang Kali ini dari Pekanbaru masakannya nasi goreng, kerupuk udang, minumannya kopi, oren jus, kuenya lemper, bolu dan buahnya apel dengan jeruk. Tak lupa selembar/sachet tisu basah Colognette. Penuh satu meja lipat pesawat. Karena banyak yang puasa, akhirnya kami yang anak-anak saja yang makan. Kira-kira seperti gambar di Batik Air ini.

DELA (46)
Makanan di pesawat

Sambil duduk di jok oren yang empuk, sepanjang perjalanan saya terhibur melihat pemandangan daratan, gunung (Gunung Kerinci dan Gunung Dempo-Pagar Alam), Selat Sunda serta awan bergumpal dari jendela oval pesawat yang lebar. Saya sempat duduk di balkon bagian ekor pesawat. Disitu ada meja bundar dan kaca dekat lantai sehingga leluasa melihat ke daratan. Kalau tak salah jenis pesawatnya Vicker Viscount apa Hawker Siddelley yang terbangnya tidak terlalu tinggi.

Sekitar 2 jam lebih di udara, kami mendarat di Bandara Kemayoran. Om kembaran amak saya telah menunggu. Beliau bekerja di Kemayoran pada PT. INA, kontraktor Cleaning Service pesawat. Beliaulah yang membantu barang bawaan kami sebagian. 

Wow…Kemayoran banyak pesawat luar negeri. Saya melihat pesawat Aeroflot, PanAm, JAL dan banyak lagi. Pesawat domestiknya Bayu Air, Bali Air, Bouraq, Merpati, Seulawah dan lainnya. Saat ini…sangat menyedihkan. Sudah jadi arena pameran dan kantor. Tahun ’98 pas kerusuhan dulu, saya berkantor disini di lantai 2. Seakan ada kaitan dimana zaman dulu saya kesini dan kesini lagi setelah dewasa. Saya sering melewati 2 pesawat tua, SPBU, terminal dan sekeliling Kemayoran.

Joni Delaroza di Kemayoran
JITC Kemayoran
Kemayoran kini
Bekas apron pesawat dan gedung terminal Kemayoran

Jakarta saat itu saya lihat seperti di film jadul. Orang-orang bergaya celana cutbray, kaca mata hitam dan topi lebar. Turis berseliweran.

SPBU Kemayoran kini
SPBU Kemayoran kini

Setelah mengambil bagasi, porter dan om memasukkan barang ke Taksi Presiden. Taksinya sedan Fiat 1000 model lama. Buka pintunya ke depan dan agak kecil. Kami menuju Hotel Redion di Jl. Kran Raya, tak jauh di seberang bandara. Sebelumnya, taksi isi bensin dulu di SPBU seperti foto diatas.

Hotel Redion saat itu berkelas melati tapi cukup bagus. Saat itu yang saya ingat, di lobinya ada mini store, butik yang ada menjual sepatu model “o” tumitnya yang dipajang di etalase. Lalu juga ada restorannya yang dijadikan tempat breakfast. Selain itu juga ada salon seingat saya. Hotel ini pernah berganti nama jadi Hotel Diaz sekitar tahun ’90-an. Sekarang sudah sangat menyedihkan kondisi hotel itu seperti di gambar ini.

Hotel Redion Kini
Hotel Redion
Hotel Redion kini

Dua hari kami jalan-jalan di Jakarta dengan taksi. Diantaranya Taksi Bluebird ke Taman Mini, Taman Ria Monas, Sarinah Plaza dan Jakarta Fair sambil papa, amak dan uni buka puasa disana.

Di Taman Ria, naik kereta api mini warnanya biru, beli kerak telor, gulali dan kacang bogor. Dekat dari situ ada air mancur menari di Monas. Kami ke Sarinah naik taksi dan parkirnya di puncak gedung. Indah sekali pemandangan kota Jakarta dari atas.

IMG_20170918_160803_715
Toko aksesoris

Di Sarinah kami beli oleh-oleh Dodol Picnic, abon cap “Ratu,” kerupuk udang dan amak saya beli tas sandang kulit, kami anak-anak beli kalung dari biji buah-buahan. Papa tak mau kalah, beliau beli parfum merek Tabac.

Hari ke-3 kami di rumah famili buka puasa bersama di Pulo Asem dekat Rawamangun. Dari situ ke Cililitan lewat Senen, Monas dan Semanggi. Semanggi saya bilang jalan angka 8 😀

Perjalanan asyik. Naik taksi buka kaca jendela liak-liuk liat Tugu dan gedung tinggi, culun aja gak ada yang ngetawain. Dari Cililitan kami ke Hotel Nirwana di Kampung Melayu.

Waktu itu Terminal Kampung Melayu yang dekat dari hotel, banyak oplet dan bus 3/4 berhenti mengisi penumpang. Bahkan becak dan delman juga ada saya lihat. Dan bila dari lantai atas hotel, Monas kelihatan. Di malam hari, banyak sekali para penjual makanan seperti baso, soto, kerak telor, kacang rebus dan kerupuk di depan hotel yang menawarkan dari jauh. Mereka tidak diperkenankan masuk kecuali diantar dengan memesan lewat petugas hotel. Selain itu, saat itu juga banyak turis. Kami sempat juga berfoto.

Papa beli mobil Fiat 1000 di kawasan Jatinegara. Dengan mobil itu kami ke Bandung lewat Jl. Raya Bogor dan di Tajur-Bogor kami mampir lagi di rumah famili. Selanjutnya terus ke Puncak. Berfoto di kebun teh, minum es alpukat di RM. Simpang Raya, kebetulan saya tidak puasa.

Joni Delaroza berfoto di Puncak
Mega Mendung Puncak

Di jalan Nanggeleng Cirahayu (Jl. Raya Cianjur-Ciranjang) amak beli pisang, tauco “Cap Meong” yang kala itu terkenal dari pedagang asongan, sedangkan saya dengan adik makan bakso, minum es dawet ayu serta cendol. Jalan ini dulu sama seperti jalan dari Yogya ke Solo yang banyak pohon besar.

Joni Delaroza di Cianjur
Beli pisang di Cianjur 1976
Jembatan Ciranjang kini
Jembatan Ciranjang yang tinggi.

Terus lagi dan foto lagi. Di jembatan Ciranjang dan terakhir di di Ciburuy dengan danau yang bersih airnya dan di depannya bukit kapur, pabrik Tjiwi Kimia dan mobil truk Toyota buaya berjejer membawa batu.

Sudah malam sekitar jam 7, kami baru sampai di Bandung. Kami menginap di Komplek AURI Sikumbang-Husein Sastranegara, rumah paman saya pas 2 hari sebelum Lebaran.

Disinilah saya pertama kali melihat filem “Mickey Mouse” yang bersih. Beda dengan TV saya di Pekanbaru. Juga acara “Manasuka Siaran Niaga” dari TV paman.

Foto Jalan-Jalan
TV Hitam Putih

Kami Shalat Ied dan berlebaran di Bandung. Di Masjid Komplek Sikumbang. Di komplek yang dekat lapangan golf dan bandara ini, saya main-main ke LAPIP atau Nurtanio dan ke famili di Jl. Kresna, seberang Bandara Husen.

Kemudian ke Kolam Renang Karang Setra, Kebun Binatang dan Alun-Alun. Saat itu es krim Walls sedang tren, kami beli dari pedagang yang ada hampir Setiap sudut Alun-Alun.

Hampir seminggu kami di Bandung. Kami kembali ke Jakarta dan menginap di Hotel Nirwana lagi. Sambil jalan-jalan lagi di Jakarta, kami membeli tiket pesawat di Travel Pasopati, Jl.Hayam Wuruk, dekat Olimo-Mangga Besar. Saya ingat, waktu itu tiket pesawat hanya 35 ribuan Pekanbaru-Jakarta. Di tiket berwarna oren dan tebal ada stiker buat isi nama penumpang. Saya isi semua dan saya tempel di koper.

Mobil kami ditinggal di Jakarta dan kami terbang ke Pekanbaru naik Garuda. Lebih cepat kali ini dibanding waktu pergi.

DC-9 Garuda Indonesian Airways dengan suara gemuruhnya mendarat mulus di bandara Simpangtiga-Pekanbaru. Adik perempuan saya nangis menanyakan “om” nya yang sewaktu akan berangkat menggendongnya sampai kedalam pesawat. Selama penerbangan dia ketiduran dan dibilangnya om masih ada.

Bandara Simpang Tiga
Bandara Simpang Tiga atau SSK

Pak Jangguk sudah menunggu. Kami naik mobil dan makan soto dulu diluar bandara yaitu di Marpoyan dan baru pulang ke rumah.

Seminggu setelah itu papa kembali ke Jakarta mengambil mobil dan mengedarainya ke Pekanbaru.

Itulah kisah saya waktu kecil Jalan-Jalan.

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Featured

Merchandise

Untuk apa dikumpulkan?


Merchandise

Merchandise dikumpulkan saya rasa termasuk hobi. Sudah lama hobi ini juga ada pada saya. Namun sempat terhenti dan koleksi lama saya sudah hilang tak tau kemana.

Dulu saya paling suka mengumpulkan merchandise yang memang dibolehkan untuk diambil. Misalnya alat tulis sehabis acara meeting di hotel, gift saat menghadiri pesta, hadiah saat belanja sesuatu dan lain sebagainya.

Untuk apa dikumpulkan? Yaa…sebagai kebanggaan saja saya rasa dan merasa pernah mengalami itu…ke… dan sebagainya. He…he…he…kadang sandal hotel juga banyak, tapi keterlaluan dan bikin malu ah! :D. Di sisi lain, merchandise juga sebagai oleh-oleh, kelengkapan suatu “Penghargaan” atau simbolis yang biasanya berbentuk asli tapi kecil ukurannya.

Kalau sebagai penghargaan, kebetulan di tempat kerja saya banyak miniatur pesawat yang dikatakan merchandise karena didapat dari kompetisi penjualan dunia travel yang rata-rata berjumlah besar dan tidak semua travel mendapatkannya. Saat ini ada merchandise yang masih saya punya didapat tidak begitu saya buru. Hanya kebetulan saja.

Save

Featured

Jendela Wisata

Jendela wisata Indonesia salah satunya adalah Provinsi Sumatera Barat.


Jendela Wisata

Jendela Wisata Indonesia, Provinsi Sumatera Barat termasuk salah satunya. Tak terhitung jumlah objek wisatanya yang sudah dikenal dan bahkan masih banyak yang baru, tidak terjamah serta terabaikan.

Mengunjungi Sumatera Barat banyak sarana. Dengan pesawat, kapal laut dan bus. Sedangkan disana bila bepergian dari kota ke kota ada travel bus besar dan kecil serta kereta api. Untuk hotel juga banyak. dan mudah dicari secara online.

Novotel Bukittinggi
Hotel Novotel Bukittinggi
Naik Bendi
Naik Bendi di Bukittinggi

Tahun ’96 lalu saya bersama teman bertugas ke beberapa tempat di Sumatera Barat diantaranya Bukittinggi. Kota Wisata yang menyenangkan. Di sela waktu luang kami keliling kota naik Bendi.

Juni 2013 saat saya pulang kampung, saya foto Tugu Globe ini dimana kawasan ini sejak tahun ’60-an adalah tempat Shalat, mandi dan cuci mobil dari air pancuran yang jernih oleh para pengendara.

Tugu Globe
Tugu Globe di Kotoalam
Monyet di Ulu Aia
Ulu Aia-Pangkalan

Tak jauh dari Tugu Globe ada Monyet liar tapi jinak di desa Ulu Aia. Kawasan ini mirip Kelok 44-Maninjau dan Sangeh-Bali.

Bila di tempat lain ingin merasakan suasana Sumatera Barat bisa mampir di beberapa tempat berupa restoran, hotel dan tempat-tempat makanan/makanan khas Sumatera Barat seperti di Senen, Jakarta dan Banceuy, Bandung serta TMII, Anjungan Sumatera Barat.

 

Ayo datang ke Sumatera Barat!

 

Save

Save

Save

Save

Save

Featured

Ngopi

Subuh-subuh para bapak-bapak sudah duduk di kedai kopi


Ngopi

Ngopi. Saya punya ceritanya juga tapi tidak sebagus yang lain. Tak lebih ini adalah pengalaman yang pernah saya alami dan lihat waktu kecil.

Di kampung saya, subuh-subuh para bapak-bapak sudah duduk di kedai kopi (Lopou) nyeruput kopi ama goreng pisang batu (Kepok) berteman daun onow (Daun Aren) sebagai rokok berisi Tembakau Guntuang (Tembakau desa Guntung di Payakumbuh). Kedai kopi bangunan bambu atau kayu…nuansa kampung kental banget…harum nikmat… Itu zaman saya kecil dulu yang tetap teringat.

Lalu, disamping setiap rumah orang menjemur kopi yang masih ada kulitnya dan bijinya saja. Mereka menjualnya setiap hari pasar yaitu Senin, Kamis dan Sabtu di kampung, Minggu di kotanya (Payakumbuh)

Tahun ’80-an, kopi adalah bisnisnya orang di kampung saya. Ada yang diekspor, diolah sendiri dan menjual langsung di tokonya seperti Kopi Serbuk Sari di Dangung-Dangung.

Aktifitas ngopi terlihat di mana-mana. Di warung, hotel, mal, cafe yang hampir setiap daerah ada. Di cafe tentu harganya lumayan. Bagi “pengopi sejati” ini tak masalah. Rasa, suasana dan sensasi yang dicari. Bukan sekadar menghabiskan waktu buat mejeng atau mungkin main hp dan laptop ngebalas status sosmednya. Syukur-syukur ilhamnya berlama-lama disitu nulis tentang “kopi.”

“Tester kopi” konon dibayar mahal demi cita rasa dari brand/merek perusahaan kopi. Begitupun promosinya seperti pameran dan perlengkapannya. Tak segan-segan jutaan rupiah keluar.

Joni Delaroza di Pameran kopidi JCC
Stan Kopi di Pameran-JCC

Saya mulai ngopi sejak tamat SMA. Tak lama sehabis itu saya pernah menetap di daerah yang sehari-harinya orang disana duduk ngopi di kedai kopi dengan kopinya yang kental dan keras yaitu di Kepulauan Riau, tepatnya di Tanjungpinang. Sama kondisinya di Batam dan Tanjungbalai Karimun. Tiga kali sehari ngopi adalah wajib.

Ada satu hal  yang jadi kurang sreg lagi buat saya saat ini. Dulu, tahun ’90-an,  naik pesawat masih bisa pilih seat jendela dan merokok. Saya sering naik Sempati Air. Kopi Nescafe nya disajikan bersama kue dan buah atau nasi goreng. Saat itu pelayanan di penerbangan itu cukup enak, kopi aja bisa nambah 2-3 kali. Kita ngerokok sambil ngopi, orang sebelah tidak terganggu. Ada exhaus di seat masing-masing. Nikmat banget sambil melihat pemandangan di jendela pesawat.

Saat ini bila ngopi di bandara, hanya boleh di lounge saja dan bebas rokok. Asem dah mulut 😀

Begitupun kopi sering dijadikan oleh-oleh bila ke Lampung, Aceh, Medan, Tanjungpinang dan daerah lainnya yang dijuluki kopinya.

Kopi memang unik dan sering jadi bahasan. Bisa jadi sesuatu yang berharga misal oleh penulis dan pecinta kopi. Hanya melihat tempat ngopi saja orang bisa mampir dan ketagihan. Banyak contoh. Bila ke Pantura atau berjalan jauh dan sampai tengah malam, paling enak sambil nyetir dan ngopi di jalan.

1001 cerita. Waktu menunggu penerbangan yang ternyata besok harinya karena kesalahan beli, saya menunggu malam di cafe lantai 2 Bandara Samratulangi, Manado tahun 2012 lalu. Saya minum Kopi bernama “Kawangkoan.” 

Jalan-jalan ke Ciwalk bersama keluarga, mereka pada asyik main dan belanja, saya asyik ngopi di Warung Modern di pelataran Ciwalk ini. Lalu dan lalu, lihat aja di foto 😀

Ngopi di Ciwalk
Ngopi di Ciwalk Bandung
13708181_1339004789461395_8243196932008127527_o
Ngopi di Benoa

Save

Save

Save

Save

Joni Delaroza
Kopi Nusantara TMII

Selamat menikmati kopi.

 

 

Featured

Bali

Bali memang indah. Saya ingin kesana lagi.


Bali

Sudah beberapa kali saya ke Bali. Pertama kali dari Solo tahun 1993 naik bus Muncul di Palur dekat Bengawan Solo dan selanjutnya pulang pergi dari Jakarta dan Bandung dalam rangka kerja atau “Traveling on Duty.” 

Bus PO. Muncul
Bus PO. Muncul di Rawamangun

Di Bali cukup mengasyikkan. Berbagai tempat penting, apalagi buat diceritakan banyak terkunjungi. Namun rasanya tidak tepat diceritakan semua bila tidak ada fotonya. Sayang sekali, buat diblog-in jadi terasa hambar. Memang saat itu saya punya kamera, tapi jarang digunakan. Maklum film saat itu cukup mahal. 

Joni Delaroza di Pantai Kuta-Bali 1996
Berfoto di Pantai Kuta-Bali

Selama di Bali saya pernah menetap di Bypass, di Sidakarya dan di Gilimanuk. Satu-persatu punya kenangan tersendiri. Waktu di Bypass, saya tinggal di ruko sekaligus tempat kantor cabang saya bekerja. Yang paling berkesan, disini saya tiap hari makan “donat kentang” buatan tuan rumah. lalu saya sering ke sawah dan pantai arah Tabanan serta dekat ke Tanah Lot lewat jalan kampung. Kemudian, di bypass ini juga dekat ke toko yang menjual “kacang Bali,” dan Terminal Ubung. Selama menetap di Bypass saya juga sering ke Monang-Maning dimana di daerah ini banyak orang Minangkabau. Saya ketemu dengan beberapa teman sekampung. 

Joni Delaroza di Sanur
Jalan kaki di Sanur

Di Sidakarya, saya tinggal di Jl. Dewata I. Rumah sekaligus kantor juga, selama setahun kurang saya disini. Rumah saya di tepi sawah yang saat itu masih ada. Dekat ke pantai Sanur dan ke Universitas Udayana. Sehari-hari disini saya sering jalan-jalan ke pantai Sanur kawasan Tamblingan. Kebetulan disana ada teman saya yaitu Bapak Made (Lestari Homestay) salah seorang direksi Bank Aken.

Lalu di Gilimanuk. Saya tinggal di Lingkungan Arum 2 di rumahnya Bapak Suwandi bekas Kapolsek Melaya-Bali. Disini saya sehari-hari melihat teman saya membuat kerajinan manik-manik berbentuk tas. Selain itu main ke pelabuhan melihat mobil turun dari kapal feri dan mencari kerang sepanjang pantainya. Di pelabuhan ini saya banyak ketemu sopir bis dan truk dari Sumatera. Salut juga akan kegigihan dan semangat sopir itu, dari Sumatera ada yang ke Bima NTB bawa truk dan Bis. Saat itu bis ANS jurusan Jakarta-Bima masih ada.

Secara keseluruhan selama di Bali, saya sudah ke Singaraja, Grokgak, Menjangan, Karangasem, Benoa, Pecatu dan hampir semua. Pernah juga beberapa kali menyeberang ke Lombok dimana di Senggigi saya sempat sewa perahu untuk mancing.

Joni Delaroza
Sewa sampan untuk memancing di Senggigi

Berteman dengan orang Bali asli yang beragama Hindu dan Islam seperti di Karangasem. Hidup di Bali memang saling menjaga. Saya pernah ke sebuah desa yang masih kuat adatnya dekat dari Ubud dimana disana (maaf) mandi di air terjun dan sungai kecil, perempuan dan laki-laki campur “mandi bu…il” tanpa risih. Saya juga ikutan dan untung saya biasa saja 😀

Berkesan sekali. Bali memang indah. Saya ingin kesana lagi.

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Featured

Bandung

Kota Kuliner, Fashion, artis dan Pelajar. Begitulah sebutan untuk kota Bandung.


Bandung

Kota kuliner, fashion, artis dan pelajar. Begitulah sebutan untuk kota Bandung,  tempat saya merantau dan menetap dari bulan Juni 1990 hingga bulan Juni 2011. Selama itu saya berpindah-pindah karena tugas, namun pulangnya ke Bandung tiap bulan.

Di Bandung saya tinggal dengan kakak yang serasa sudah sebagai orang tua sendiri. Sementara orang tua dan adik-adik juga sering datang. Selama 26 tahun di Bandung, saya bisa berbahasa Sunda dari tahun pertama.

Bercerita tentang Bandung, sangat banyak yang teringat. Bila naik mobil, keluar di tol Pasteur bisa langsung ke arah kiri. Disini banyak Factory Outlet dengan barang-barang berkualitas terutama di Jl. Dago / Jl. Ir. H. Djuanda.

1399128_727584727270074_926325421_o
Jl. Ir. H. Juanda

Dari Dago, dekat ke Ciumbeleuit dan Punclut. Main ke daerah Punclut bisa dicapai dengan kendaraan pribadi atau angkot jurusan Ciumbeleuit-Kebon Kelapa dengan ongkos 3 ribu saja.

Di Punclut, depan RS. AURI, pagi-pagi ada “pasar kaget” yang menjual sayur-mayur, buah-buahan dan keperluan rumah tangga lainnya disamping ada makanan khas Sunda misalnya “Ulen” Sementara itu anak-anak terhibur dengan Kelinci yang dijual oleh pedagang sekitar 25 ribu perekor. Bisa langsung dibawa pulang karena sudah jinak.img_20161225_065908-e1496373171477

Bila malam hari jalan-jalan ke kawasan Alun-Alun sambil menikmati indahnya Kota Bandung.

Alun-Alun banyak kuliner, bank, hotel dan toko. Bisa ditempuh dengan berjalan kaki, kendaraan pribadi, angkot (hampir semua jurusan) atau naik becak.

Terus lagi ke kawasan jalan Braga yang banyak cafe dan live music, toko dan penjual aksesoris di pelataran toko. Suasana khas Bandung disini terasa dimana jalannya dihiasi hiasan kuno dan berjejer kursi antik untuk bersantai.

Jl. Asia Afrika. Disini banyak bangunan bersejarah diantaranya Gedung Merdeka dan di sekitarnya banyak hotel.

Tak jauh dari Jl. Braga ada daerah Cikapundung. Terkenal dengan pusat elektronik dan kuliner. Yang paling saya suka adalah Sate Padang, Lomang Tapai, Martabak Kubang, Bubur Ayam dan lain-lain.

IMG_20170829_195046

Lalu ada Masjid etnis Tionghoa di Banceuy dan arah ke Timur ada Masjid Karim Oey seperti di jalan Lautze, Jakarta.

Masjid Karim Oey
Masjid Karim Oey

Ke arah utara Bandung, selain Dago, bisa juga ke Cihampelas, pusatnya toko pakaian terutama “Jeans.” Tahun 70-an terkenal juga dengan kolam renangnya “Pemandian Tjihampelas” persis di bawahnya RS. Advent. Cihampelas saat ini lebih dikenal dengan adanya Cihampelas Walk nya (Ciwalk) tempat kuliner, hotel dan belanja. Aneka model gaya outlet disini. Banyak toko atau outlet bernuansa jadul. Foto ini, sebuah outlet laksans “warung indomie”  Paling asyik buat ngopi.

Ke arah timur atas di kaki Gunung Manglayang ada sebuah tempat bernama “Kampung Wisata Gumbira.” Jalannya menanjak, harus hati-hati menyetir kendaraan. Disini tidak ada angkot. Hanya ojeg.

Di sekitar ini ada lagi daerah bernama Caringin Tilu, sebuah puncak bukit pinus yang bertengger sebuah bintang berukuran besar. Bukan bintang asli tapi terbuat dari aluminium. Bila mendarat dengan pesawat di Bandung atau pada siang hari bintang ini berkilau kena cahaya matahari.

Menuju Caringin Tilu, masuk dari jalan  menuju “Saung Ujo” terus ke atas. Tempat ini sering digunakan untuk Lari Hash (seperti di Pancurbatu/Sumut)

Kembali ke kota Di sekitar Pasar Kosambi ada Jl. Gandapura, Jalan Riau dan lainnya yang banyak tempat kuliner diantaranya RM. Dapoer Penyet, Toko Kue Primarasa, Pepes Ikan Mas Tulang Lunak di Jl. Mangga dan masih banyak lagi.

Daerah Gedung Sate, ada Gedung Manggala Siliwangi yang sering diadakan pameran. Banyak pendatang dari luar Bandung bahkan luar negeri .

Save

SaveBerlanjut ke arah Tangkuban Perahu. Paling asyik kesini. Pemandangan kawah dan bukit terjal serta banyak pedagang asesoris. Sebelum ke Tangkuban Perahu ada pula arena outbond, restoran dan cottage. Grafika Cikole, Gracia Hotel dan lainnya. 

 

Featured

Solo

Dalang Ki Anom Suroto atau dibelakangnya toko Batik Danar Hadi.


Solo atau Surakarta, tahun 1993 sampai 1994 saya menetap disini, di Jl. Golek No. 1, persis di depan rumah “Dalang Ki Anom Suroto” atau dibelakangnya toko Batik Danar Hadi.

Saya dalam rangka acara kantor di Hotel Sahid Prince, Hotel Dana dan Hotel Tjakra. Tempat yang dekat dari stasiun kereta api Solo Balapan, terminal bis Tirtonadi dan bandara Adisumarmo.

Beteng, Solo
Beteng-Solo
Pasar Klewer Solo
Klewer

Selama di Solo, sehari-hari saya sering makan Pecel Lele terutama di Taman Sriwedari yang tidak jauh dan tinggal naik becak dari rumah. atau pun jalan kaki juga asyik sambil melihat pemandangan atau suasana jalan Slamet Riyadi yang bersih dan ditanami kembang dipinggirnya.

Kota yang nyaman, aman dan lengkap. Transportasi disini ada Taksi, angkot, Bus DAMRI bertingkat jurusan Kartosuro-Palur, kereta api, melintasi Jl. Slamet Riyadi ke Sukoharjo, becak dan ojeg. Kemudian travel antar kota seperti Rama Sakti dan SAA (Saya Antar Anda).

Disini bila jam 2 siang semua toko tutup dan buka lagi sekitar jam 4 sore kecuali Plaza. Begitupun Pasar Klewer tempat utamanya penjual Batik. Harganya murah sehingga banyak orang belanja untuk dijual lagi. Bahkan orang dari Sumatera Barat atau Minangkabau pun banyak kesini dan punya toko disini.

Ingat betul saya suka makan Nasi Bandeng di prapatan Beteng Plaza tengah malam. Saya tidak takut karena rame sampai pagi. Maklum, pulang dugem dari banyak diskotik seperti Legend dekat Baron, di Pasar Gede atau ada juga di dekat terminal bus. Orang-orang pada makan. Bukan makan disitu saja. Banyak tempat lain.Dari tempat tinggal saya sering naik becak saja walaupun malam hari.

Saya sering keliling. Ke Bekonang, Sukoharjo, Sragen, Tawangmangu, Wonogiri, Purwantoro, Mbaki, Pedan, Ceper, Delanggu dan lainnya bahkan sampai Jawa Timur.

Dari Solo saya paling sering keliling ke Yogyakarta dan Semarang naik mobil kantor atau travel SAA, Ramasakti dan lainnya. Bila naik bus, yaitu bus AKAS. Terakhir ini yang jadi pilihan orang yaitu KA. Prambanan Express. Waktu saya naik, baru saja diresmikan yaitu bulan Nopember 2010 dari Solo ke Yogya. Tarifnya 11 ribu saja.

Kereta Api Prambanan Express
Kereta api di Stasiun Tugu-Yogyakarta

Save

Save

Sedangkan, bila saya dari Jakarta, saya naik bus, pesawat dan kereta api. Tapi saya paling sering naik kereta dan tiket kereta pun ada yang jual dekat tempat tinggal saya di Jl. Kartini-Jakarta Pusat. Sehingga urusan tiket kereta jadi mudah dan saya sering pesan kereta kuset bisa tidur sampai Solo.

Featured

Buah Tangan

budaya hubungan sosial


Buah tangan atau oleh-oleh adalah budaya sosial di masyarakat manapun. Jenis, ukuran dan harganya bervariasi. Ada yang kecil, sedang dan besar. Murah, sedang dan mahal.

Memberi buah tangan sebagai tanda suka dan senang hati kepada orang adalah bentuk keindahan ikatan persahabatan, bisnis dan kekeluargaan. Sering kita mendapat buah tangan saat kepulangan seseorang dari luar negeri. Saya pernah diberi jam tangan oleh sepupu di Houston. Walau pun tidak mahal dan mungkin murah, tapi bisa senang, puas dan berkesan.

Bila ke Bandung, bisa bawakan penganan atau cemilan peuyeum, molen Kartika Sari, Brownis Ananda, Ma’icih dan sebagainya. Bila ke Aceh, ada kopi, ke Padang, “Sanjai.” Pokoknya tiap daerah pasti ada yang khas.

Kueh buah tangan

 


Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Featured

Kelok 9 dan Pangkalan

Jalan yang sering kulalui


Kelok 9 dan Pangkalan 

Kelok 9 dan Pangkalan sering saya lalui. Tiap minggu bolak-balik ke Pasar Pangkalan waktu kerja di Tanjungpati-Payakumbuh tahun 2009 lalu.

Sebelum Kelok 9 ada daerah Lubuak Bangku, tempat persiapan para orang berkendara. Sebelah atasnya Kelok 9 ada Patung Kuda yang disebut “Panorama Selat Malaka.” Ada juga “Restoran Natrabu” tapi sudah tutup dan “Warung Bandreks” yang masih buka serasa di Puncak-Cipanas.

Kalau siang, banyak monyet liar minta makan di tebing desa Ulu Aia. Daerah yang mirip Sangeh-Bali atau Kelok 44-Maninjau yang dekat dari Tugu Globe di Kotoalam. Tapi kalau malam, jaman dulu sering lewat Harimau.

Di Tugu Globe, desa Koto Alam ini masih jadi tempat beristirahat dan Shalat orang yang lewat. Air dari pancuran dipinggir Mushalla disini jernih dan bersih.  

Selain itu, Pangkalan daerahnya banyak tebing dan sungai. Bila hujan besar dan lama, sering longsor dan sungainya sering meluap sampai menggenangi perkampungan. Termasuk Masjid Raya Pangkalan ini.

Masjid Raya Pangkalan
Masjid Raya Pangkalan

Jaman dulu banyak rumah makan yang lengkap dengan tempat mandi, Shalat, cuci mobil bahkan tempat nginap. Contohnya RM. Rangkiang. Tidak jauh dari Masjid di gambar, terdapat SPBU kuno yang memompa bensinnya dikayuh oleh petugas memakai sepeda ontel. Persiapan dan pemeliharaan bahan bakar di jalur ini sampai saat ini bagus, jarang terputus karena merupakan jalan lintas. SPBU disini bagus-bagus.

SPBU di Pangkalan
SPBU di Pangkalan

Dekat ini pula ada jalan menuju Candi Muara Takus, sebuah situs candi Buddha yang terletak di desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Riau.

Ini adalah salah satu rumah makan dengan cara dan tempat memasak yang masih tradisional membuat selera makan serasa di kampung sendiri, nikmat dan gurih. Bau asap kayu di tungkunya terkenang rumah nenek di Kampung. Terletak di desa Lubuak Jantan, daerah tepi sungai, tebing dan hutan belantara.

Ada lagi yang menarik. Sejak danau PLTA Koto Panjang dibuat, terowongan atau “Lubang Kolom” yang dulu tempat lewat kendaraan kini telah tidak berfungsi lagi.

Itulah ceritanya kawasan ini yang saat ini masyarakatnya membutuhkan uluran tangan kita akibat bencana Longsor Kelok 9 atau Longsor Pangkalan awal tahun 2017 lalu.

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Featured

Batu Lumut Suliki

Batu lumut Suliki sudah dikenal lama.


Batu Lumut Suliki sudah dikenal lama. Warnanya ada hijau, orange, merah delima, putih dan hitam. Didalamnya terdapat motif seperti lumut dan kadang berbentuk sesuatu. Orang yang hobi batu akik meramaikan Pameran Batu Akik tahun lalu di Suliki, Payakumbuh tahun 2015 lalu.

Batu Lumut Suliki
Cincin dengan Batu Lumut Suliki

Batu lumut ini memang di dalamnya seperti ada lumut. Diolah dengan sedemikian rupa menjadi perhiasan yang indah. Saya punya satu yang saya pakai. Jenis lumut, tapi yang biasa dan harganya juga tidak mahal.

Desa Suliki
Suliki juga merupakan tempat kelahiran Tan Malaka

Pusatnya batu ini di atas bukit di Suliki. Tahun lalu, kawasan galian batu ini menjadi objek yang diawasi, tidak boleh sembarangan dan dikenakan restribusi.

Daerah Suliki
Suliki

Saya pernah lihat pameran di Jakarta dan jalan-jalan ke pusat penjual batu akik di Rawabening, Jatinegara-Jakarta. Ya ampun…ternyata harganya gak disangka, ada yang puluhan juta bahkan lebih. Apanya yang mahal? Sampai kini saya masih heran dan cukup tau saja harga batu permata atau akik itu relatif. Bisa murah dan sangat mahal. Misalnya batu Bacan yang belakangan ini sangat terkenal. Begitu juga dengan berbagai batu lainnya termasuk Batu Lumut Suliki.

Save

Save

Featured

Pempek Palembang

Palembang kota yang benar-benar kentara dengan Pempek. Soalnya sepanjang jalan saya melihat yang menjualnya.


Pempek Palembang

Palembang kota yang benar-benar kentara dengan Pempek. Soalnya sepanjang jalan saya melihat yang menjualnya. Tahun 96, ada satu jalan dekat dari Ramayana, entah jalan apa saya lupa, semuanya jual Pempek.

Saya suka Pempek, tapi takut kalau terlalu banyak karena saya ada gejala mag dimana suka sakit bila makannya kebanyakan. Tapi kata teman saya orang asli Palembang, di Kertapati pas depan stasiun, katanya kalau pempeknya asli buatan orang Palembang, sakit mag pun tidak apa. Yang jelas saya belum merasakan seperti itu. Saya hanya beli dan mencicipi sedikit saja, soalnya buat oleh-oleh ketika saya tugas ke Palembang tahun 2014 lalu.

Hotel Sandjaya-Palembang
Menginap di Hotel Sandjaya-Palembang

Pempek Beringin

Pempek Beringin ini terkenal. Tak jauh dari Hotel Sandjaya. Belanja atau makan disini langsung juga bisa dan disini menyediakan pengiriman langsung ke berbagai penjuru di Indonesia dan mancanegara bekerjasama dengan  PT. Pos Indonesia.

Save

Save

Ulasan Palembang:

Kalau menyebut nama Palembang, pasti deh yang diingat itu pempek sebagai makanan khas yang membuat siapapun ingin datang ke Palembang cuma buat nyicip kuliner lezat ini. Padahal Palembang merupakan tempat yang seru sebagai destinasi traveling, menghabiskan weekend bersama teman-teman dan keluarga bisa jadi salah satu opsi kegiatan yang bisa dilakukan di sini.

Palembang, Ibu Kota Sumatera Selatan, terkenal dengan Sungai Musi yang memiliki panjang sekitar 750 meter. Sungai ini membelah Kota Palembang menjadi dua area, yaitu Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Ikon kota Palembang paling terkenal yaitu Jembatan Ampera, nampak megah dan gagah dengan warna merah yang menjadi penghubung antara Seberang Ulu dan Seberang Ilir.

Jika teman-teman berencana untuk berwisata ke Kota Palembang, jangan lupa untuk melihat secara langsung Sungai Musi dan Jembatan Ampera yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Palembang.

Palembang sebagai destinasi wisata yang sedang hits dan mulai harum namanya, tidak hanya menawarkan wisata sungai saja, melainkan banyak hal yang bisa diberikan seperti wisata kuliner, wisata religi, wisata sejarah dan wisata belanja.

Wisatawan yang datang ke Kota Palembang sangat beragam, tidak hanya perorangan saja melainkan juga bersama keluarga. Tidak usah merasa mati gaya bagi wisatawan yang datang bersama keluarga, Palembang memiliki banyak hal untuk wisata bersama keluarga terutama bagi “pahmud dan mahmud” (papah muda dan mamah muda) yang membawa anak-anak.

Ada 5 tempat yang bisa dikunjungi bersama anak-anak dengan budget dan suasana yang ramah bagi anak-anak. Beberapa tempat wisata di bawah ini sering Pink kunjungi bersama keluarga besar termasuk keponakan-keponakan Pink yang lucu karena lokasinya di dekat rumah.

1. Kambang Iwak Family Park

Kambang Iwak Family Park dahulunya adalah tempat rekreasi warga Belanda yang tinggal di area sekitar taman ini. Sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945, penduduk Belanda pun angkat kaki dari wilayah ini. Meskipun begitu, Kambang Iwak Family Park masih dilestarikan oleh pihak pemerintah setempat sebagai salah satu tempat rekreasi.

(sumber : Indonesia-tourismm.blogspot.com)
Di tempat ini, kita bisa berjalan-jalan mengelilingi kambang (kolam), duduk santai memandangi keindahan kolam, berolahraga seperti jogging, melihat komunitas skate board beratraksi di sore hari atau wisata kuliner di sore hari.

Setiap sore di sekitar Kambang Iwak Family Park banyak penjual jajanan kaki lima yang berjualan dengan banyak sekali variasi makanan yang enak dan kekinian. Anak-anak pasti senang bisa jajan sambil duduk di tepi kolam di Kambang Iwak Family Park.

Hari Minggu pagi adalah waktu terbaik bagi keluarga untuk mengunjungi Kambang Iwak Park karena tempat ini menjadi area Car Free Day (CFD) dimana banyak keluarga datang ke sini untuk berolahraga. Kita bisa senam pagi atau jogging bersama mengelilingi Kambang Iwak. Banyak hiburan dan permainan yang bisa anak-anak lakukan di sini seperti bermain dengan beberapa wahana anak-anak yang disediakan di taman, mancing bola, atau bermain dan berfoto bersama badut-badut lucu.

Kalau anak-anak merasa lapar, tidak usah khawatir, banyak sekali makanan yang dijajakan di Kambang Iwak Family Park seperti bubur ayam, martabak, pempek, nasi uduk dan masih banyak lagi. Sebelum pulang, bapak dan ibu bisa membelikan mainan untuk anak-anak karena banyak sekali mainan yang dijual di sini.

2. Taman Wisata Alam Puntikayu

Jika teman-teman ingin bersantai di hutan wisata di Palembang bersama dengan keluarga, silakan datangi Taman Wisata Alam Puntikayu. Taman Wisata Alam (TWA) Puntikayu terletak di Jalan Kolonel H. Burlian kilometer 6,5, Palembang, Sumatera Selatan.

Sumber : pergiberwisata.com
Di TWA Puntikayu, kita bisa menikmati indahnya hutan pinus yang menghijau dan menyegarkan. Selain itu, anak-anak akan terhibur dengan adanya fasilitas arena hiburan anak yang sangat menarik, seperti arena permainan flying fox, waterpark, dan beragam hiburan anak lainnya.

3. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Nah, jika kita ingin mengajak keluarga ke objek wisata sejarah, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II layak untuk dikunjungi. Di museum ini, terdapat beragam peninggalan sejarah yang berkaitan dengan Kota Palembang.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II terletak di tepian Sungai Musi, tepatnya di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin, 19 ilir, Bukit Kecil, Palembang, Sumatera Selatan atau lebih mudah ditemukan jika lokasinya disebut di dekat Plaza Benteng Kuto Besak (BKB). Beragam koleksi bersejarah seperti koleksi patung Buddha kuno dan foto prasasti Kedukan Bukit dapat Anda temukan di museum ini.

Berkunjung ke museum merupakan wisata edukasi yang baik kepada anak-anak agar mereka mencintai sejarah dan budaya bangsanya dengan mengenalkan peninggalan sejarah dan kisah dibaliknya sejak mereka masih kecil.

4. OPI Water Fun

Pengen seru-seruan main air bareng dengan keluarga dan anak-anak, tenang saja Palembang punya objek wisata main air yang pastinya seru yaitu OPI Water Fun. Setiap hari tempat main air ini ramai dikunjungi karena menawarkan pengalaman main air yang seru dan lokasi yang dekat dengan pusat kota.

Di sini, anak-anak bisa menikmati kesegaran air di beragam arena permainan air, seperti luncuran air, sungai buatan, kolam renang khusus anak, dan menara luncuran setinggi 12.5 meter untuk dewasa. Jika Anda berminat untuk menyambangi objek wisata tirta ini, jangan lupa untuk menyiapkan kondisi tubuh yang sehat ya.

OPI Water Fun akan menjadi destinasi yang tepat untuk mengisi liburan keluarga dan anak-anak di Palembang. OPI Water Fun terletak di Jalan G.A. Bastari Kompleks OPI Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

(sumber : opiwaterfun)
5. Masjid Cheng Ho

Bagi keluarga yang ingin menikmati wisata religi, cobalah untuk datang ke Masjid Cheng Ho. Masjid yang terletak di Jakabaring ini merupakan masjid yang menggabungkan nuansa budaya Palembang, Arab, dan Cina. Nama masjid ini diambil dari nama salah satu penyebar agama Islam di Palembang, yaitu Laksamana Cheng Ho.

Masjid Cheng Ho Palembang
Nah, itulah 5 objek wisata ramah anak di Palembang. Duh jadi pengen punya anak, yhaaa…buru-buru Pink cari calon pak suami, apalagi sebentar lagi lebaran, bakal banyak yang nanya kapan nikah? dan setelah lebaran adalah musim kawin dimana undangan kawinan mulai berdatangan huahahaha.

Berwisata ke Palembang tak akan lengkap jika teman-teman tidak bermalam di kota ini. Jangan khawatir, telah hadir beragam hotel murah di Palembang, salah satunya adalah Airy Rooms.

Jaringan hotel terbesar di Indonesia ini bisa dipesan melalui aplikasi ponsel dan bisa dibayar melalui kartu kredit, transfer dari rekening tabungan Anda, atau bayar di Indomaret terdekat. Selain itu, hotel murah ini memiliki banyak fasilitas menarik, seperti kamar yang nyaman dengan Air Conditioner, televisi layar datar, WiFi, dan perlengkapan mandi.

Tunggu apalagi, segera cuss jalan-jalan ke Palembang.

Happy Travelling 🙂

Sumber: Pink Traveler

Featured

Kamera Zaman Dulu

Di dalam koper merek Samsonite


Kamera Zaman Dulu

Kamera pada gambar dibawah ini adalah kamera zaman dulu yang saat ini disimpan saja karena sudah tidak bisa dipakai. Kamera ini punya almarhum papa saya. 

Kamera jadul

Hobi memotret juga ada pada saya tapi sebatas biasa saja dan itupun hanya pakai kamera hp. Praktis dan hasilnya cukup bagus. Beda dengan hobi papa saya. Dulu beliau punya kamera lengkap. Bisa cuci cetak sendiri. Saat ini masih tersimpan. Hanya saja filmnya sudah tidak ada yang jual. Ukurannya pun beda dengan film seperti Fuji, Agfa dan lainnya yang berukuran sekitar 3X3 cm. Ini lebih besar.

Hasil fotonya sudah sangat banyak. Dari saya lahir hingga SMP masih pernah “dikeker” kamera itu.

Hotel Nirwana Kampung Melayu tahun 1976
Puncak
Puncak

Sayang…induk semangnya sudah tiada. Tinggal hasil karyanya saja dan kini kamera itu berdiam diri dengan sarung kulitnya didalam koper “Samsonite.”

Save

Save

Featured

Sulawesi

Waktu akan mendarat, saya melihat banyak sapi


Sulawesi 

Dalam suatu urusan kerja, Sulawesi Utara dengan berbagai tempat pun terjejaki. Tujuan utama saya adalah kota Lolak di Molosing-Bolaang Mongondow. 

berangkat dengan Lion Air tujuan Gorontalo, di Makassar saya transit dan berkesempatan jeprat-jepret dulu.

Tak lama kami pun terbang lagi menuju Gorontalo. Pemandangan laut warna-warni dan tebing serta terumbu karang sangat indah. Waktu akan mendarat, saya melihat banyak sapi dekat sekali ke landasan bandara. Ternyata memang bandara ini berada di perkampungan dengan rumput makanan sapi di sekitarnya. Memang bandaranya belum bagus. Diluar, parkiran pun kecil dan ada sebuah kantin. Begitu keluar bandara banyak pohon kelapa, rumput sapi dan sawah. Sayang kami tak mampir ke kota tapi langsung lewat lingkar luar kota dengan taksi ke Lolak. 

Joni Delaroza
Di Bandara Sultan Djalaluddin-Gorontalo

Suasana berbeda dengan kota lain. Disini jalannya mulus, sepi, berkelok dan menanjak di tebing pantai. Hampir 100% orang sini memakai minibus seperti Avanza dijadikan taksi atau angkot tanpa dirobah bentuknya. Jadi seperti mobil pribadi. Bus Antar Kotanya juga bagus. Eksekutif. Trayeknya Palu-Manado. Kalau tidak salah namanya bus Continental.

Disini banyak Bentor atau Becak Motor. Anda tau harganya? Melebihi harga mobil seken. Hampir 30 juta. Ya, pantas saja. Modifikasi sound system dan body nya yang mahal. Menyerupai mobil dan suara musiknya Ibarat diskotik berjalan dengan lagu masa kini. 

Hampir sebulan saya menetap di Lolak. Saya sudah bolak-balik ke Manado, Kotamobagu dan Minahasa.

Joni Delaroza di Stan Sulawesi di JCC
Anjungan Sulawesi Utara di Pameran-JCC-Jakarta

Sewaktu akan pulang ke Jakarta, tiket saya keliru. Pesawat saya besok paginya. Saya terpaksa bermalam di bandara karena tanggung sudah sore dan ngirit biaya hotel 😀

Saya jalan-jalan di sekitar bandara. Ke lapangan golf, Pal Dua dimana disini ada Pusat Gereja Advent. Malamnya nongkrong sampai pagi di kantin bandara lantai 2 bandara sambil cerita dengan orang. Saya minum kopi bernama “Kawangkoan”. Nikmat sekali. Setelah pagi saya mandi dan sarapan, lalu terbang selama 3 jam 20 menit menuju Jakarta tanpa transit. Pegal juga.

Joni Delaroza di Bandara Sam Ratulangi Manado
Ngopi Kopi Kawangkoan di lantai 2 Bandara Sam Ratulangi-Manado
%d blogger menyukai ini: