Sulawesi

Waktu akan mendarat, saya melihat banyak sapi

Iklan

Sulawesi 

Dalam suatu urusan kerja, Sulawesi Utara dengan berbagai tempat pun terjejaki. Tujuan utama saya adalah kota Lolak di Molosing-Bolaang Mongondow. 

berangkat dengan Lion Air tujuan Gorontalo, di Makassar saya transit dan berkesempatan jeprat-jepret dulu.

Tak lama kami pun terbang lagi menuju Gorontalo. Pemandangan laut warna-warni dan tebing serta terumbu karang sangat indah. Waktu akan mendarat, saya melihat banyak sapi dekat sekali ke landasan bandara. Ternyata memang bandara ini berada di perkampungan dengan rumput makanan sapi di sekitarnya. Memang bandaranya belum bagus. Diluar, parkiran pun kecil dan ada sebuah kantin. Begitu keluar bandara banyak pohon kelapa, rumput sapi dan sawah. Sayang kami tak mampir ke kota tapi langsung lewat lingkar luar kota dengan taksi ke Lolak. 

Joni Delaroza
Di Bandara Sultan Djalaluddin-Gorontalo

Suasana berbeda dengan kota lain. Disini jalannya mulus, sepi, berkelok dan menanjak di tebing pantai. Hampir 100% orang sini memakai minibus seperti Avanza dijadikan taksi atau angkot tanpa dirobah bentuknya. Jadi seperti mobil pribadi. Bus Antar Kotanya juga bagus. Eksekutif. Trayeknya Palu-Manado. Kalau tidak salah namanya bus Continental.

Disini banyak Bentor atau Becak Motor. Anda tau harganya? Melebihi harga mobil seken. Hampir 30 juta. Ya, pantas saja. Modifikasi sound system dan body nya yang mahal. Menyerupai mobil dan suara musiknya Ibarat diskotik berjalan dengan lagu masa kini. 

Hampir sebulan saya menetap di Lolak. Saya sudah bolak-balik ke Manado, Kotamobagu dan Minahasa.

Joni Delaroza di Stan Sulawesi di JCC
Anjungan Sulawesi Utara di Pameran-JCC-Jakarta

Sewaktu akan pulang ke Jakarta, tiket saya keliru. Pesawat saya besok paginya. Saya terpaksa bermalam di bandara karena tanggung sudah sore dan ngirit biaya hotel 😀

Saya jalan-jalan di sekitar bandara. Ke lapangan golf, Pal Dua dimana disini ada Pusat Gereja Advent. Malamnya nongkrong sampai pagi di kantin bandara lantai 2 bandara sambil cerita dengan orang. Saya minum kopi bernama “Kawangkoan”. Nikmat sekali. Setelah pagi saya mandi dan sarapan, lalu terbang selama 3 jam 20 menit menuju Jakarta tanpa transit. Pegal juga.

Joni Delaroza di Bandara Sam Ratulangi Manado
Ngopi Kopi Kawangkoan di lantai 2 Bandara Sam Ratulangi-Manado

Penulis: Foto Jalan-Jalan

Suka foto, jalan-jalan, menulis, musik dan menggambar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.