Bali

Bali memang indah. Saya ingin kesana lagi.

Iklan

Bali

Sudah beberapa kali saya ke Bali. Pertama kali dari Solo tahun 1993 naik bus Muncul di Palur dekat Bengawan Solo dan selanjutnya pulang pergi dari Jakarta dan Bandung dalam rangka kerja atau “Traveling on Duty.” 

Bus PO. Muncul
Bus PO. Muncul di Rawamangun

Di Bali cukup mengasyikkan. Berbagai tempat penting, apalagi buat diceritakan banyak terkunjungi. Namun rasanya tidak tepat diceritakan semua bila tidak ada fotonya. Sayang sekali, buat diblog-in jadi terasa hambar. Memang saat itu saya punya kamera, tapi jarang digunakan. Maklum film saat itu cukup mahal. 

Joni Delaroza di Pantai Kuta-Bali 1996
Berfoto di Pantai Kuta-Bali

Selama di Bali saya pernah menetap di Bypass, di Sidakarya dan di Gilimanuk. Satu-persatu punya kenangan tersendiri. Waktu di Bypass, saya tinggal di ruko sekaligus tempat kantor cabang saya bekerja. Yang paling berkesan, disini saya tiap hari makan “donat kentang” buatan tuan rumah. lalu saya sering ke sawah dan pantai arah Tabanan serta dekat ke Tanah Lot lewat jalan kampung. Kemudian, di bypass ini juga dekat ke toko yang menjual “kacang Bali,” dan Terminal Ubung. Selama menetap di Bypass saya juga sering ke Monang-Maning dimana di daerah ini banyak orang Minangkabau. Saya ketemu dengan beberapa teman sekampung. 

Joni Delaroza di Sanur
Jalan kaki di Sanur

Di Sidakarya, saya tinggal di Jl. Dewata I. Rumah sekaligus kantor juga, selama setahun kurang saya disini. Rumah saya di tepi sawah yang saat itu masih ada. Dekat ke pantai Sanur dan ke Universitas Udayana. Sehari-hari disini saya sering jalan-jalan ke pantai Sanur kawasan Tamblingan. Kebetulan disana ada teman saya yaitu Bapak Made (Lestari Homestay) salah seorang direksi Bank Aken.

Lalu di Gilimanuk. Saya tinggal di Lingkungan Arum 2 di rumahnya Bapak Suwandi bekas Kapolsek Melaya-Bali. Disini saya sehari-hari melihat teman saya membuat kerajinan manik-manik berbentuk tas. Selain itu main ke pelabuhan melihat mobil turun dari kapal feri dan mencari kerang sepanjang pantainya. Di pelabuhan ini saya banyak ketemu sopir bis dan truk dari Sumatera. Salut juga akan kegigihan dan semangat sopir itu, dari Sumatera ada yang ke Bima NTB bawa truk dan Bis. Saat itu bis ANS jurusan Jakarta-Bima masih ada.

Secara keseluruhan selama di Bali, saya sudah ke Singaraja, Grokgak, Menjangan, Karangasem, Benoa, Pecatu dan hampir semua. Pernah juga beberapa kali menyeberang ke Lombok dimana di Senggigi saya sempat sewa perahu untuk mancing.

Joni Delaroza
Sewa sampan untuk memancing di Senggigi

Berteman dengan orang Bali asli yang beragama Hindu dan Islam seperti di Karangasem. Hidup di Bali memang saling menjaga. Saya pernah ke sebuah desa yang masih kuat adatnya dekat dari Ubud dimana disana (maaf) mandi di air terjun dan sungai kecil, perempuan dan laki-laki campur “mandi bu…il” tanpa risih. Saya juga ikutan dan untung saya biasa saja 😀

Berkesan sekali. Bali memang indah. Saya ingin kesana lagi.

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Penulis: Foto Jalan-Jalan

Suka foto, jalan-jalan, menulis, musik dan menggambar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.