Kelok 9 dan Pangkalan


Kelok 9 dan Pangkalan 

Kelok 9 dan Pangkalan sering saya lalui. Tiap minggu bolak-balik ke Pasar Pangkalan waktu kerja di Tanjungpati-Payakumbuh tahun 2009 lalu.

Sebelum Kelok 9 ada daerah Lubuak Bangku, tempat persiapan para orang berkendara. Sebelah atasnya Kelok 9 ada Patung Kuda yang disebut “Panorama Selat Malaka.” Ada juga “Restoran Natrabu” tapi sudah tutup dan “Warung Bandreks” yang masih buka serasa di Puncak-Cipanas.

Kalau siang, banyak monyet liar minta makan di tebing desa Ulu Aia. Daerah yang mirip Sangeh-Bali atau Kelok 44-Maninjau yang dekat dari Tugu Globe di Kotoalam. Tapi kalau malam, jaman dulu sering lewat Harimau.

Di Tugu Globe, desa Koto Alam ini masih jadi tempat beristirahat dan Shalat orang yang lewat. Air dari pancuran dipinggir Mushalla disini jernih dan bersih.  

Selain itu, Pangkalan daerahnya banyak tebing dan sungai. Bila hujan besar dan lama, sering longsor dan sungainya sering meluap sampai menggenangi perkampungan. Termasuk Masjid Raya Pangkalan ini.

Masjid Raya Pangkalan
Masjid Raya Pangkalan

Jaman dulu banyak rumah makan yang lengkap dengan tempat mandi, Shalat, cuci mobil bahkan tempat nginap. Contohnya RM. Rangkiang. Tidak jauh dari Masjid di gambar, terdapat SPBU kuno yang memompa bensinnya dikayuh oleh petugas memakai sepeda ontel. Persiapan dan pemeliharaan bahan bakar di jalur ini sampai saat ini bagus, jarang terputus karena merupakan jalan lintas. SPBU disini bagus-bagus.

SPBU di Pangkalan
SPBU di Pangkalan

Dekat ini pula ada jalan menuju Candi Muara Takus, sebuah situs candi Buddha yang terletak di desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Riau.

Ini adalah salah satu rumah makan dengan cara dan tempat memasak yang masih tradisional membuat selera makan serasa di kampung sendiri, nikmat dan gurih. Bau asap kayu di tungkunya terkenang rumah nenek di Kampung. Terletak di desa Lubuak Jantan, daerah tepi sungai, tebing dan hutan belantara.

Ada lagi yang menarik. Dekat dari Pangkalan. Yaitu “Lubang Kolom.” Sejak danau PLTA Koto Panjang dibuat, terowongan atau “Lubang Kolom” yang dulu tempat lewat kendaraan kini telah tidak berfungsi lagi. Daerah ini di perbatasan Pangkalan dengan Rantau Berangin.

Itulah ceritanya kawasan ini yang saat ini masyarakatnya membutuhkan uluran tangan kita akibat bencana Longsor Kelok 9 atau Longsor Pangkalan awal tahun 2017 lalu.

Iklan

Penulis: Foto Jalan-Jalan

Suka foto, jalan-jalan, menulis, musik dan menggambar.

3 tanggapan untuk “Kelok 9 dan Pangkalan”

    1. Betul. Ternyata Bandrek itu populer. Lubang Kolom itu barangkali para seniman film belum begitu mengenal. Padahal buat film horor bagus. Tapi mesti cari tau dulu kisah atau legendanya dari masyarakat sekitar. Akankah terwujud ya?

      Disukai oleh 1 orang

    2. Betul. Ternyata Bandrek itu populer. Lubang Kolom itu barangkali para seniman film belum begitu mengenal. Padahal buat film horor bagus. Tapi mesti cari tau dulu kisah atau legendanya dari masyarakat sekitar. Akankah terwujud ya?

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.